Mahasiswa Kedokteran Inggris Temukan Kasus Langka Pria dengan Tiga Penis
Mahasiswa kedokteran di Inggris bersama pengajar secara tidak sengaja menemukan kondisi triphallia pada tubuh seorang pria berusia 78 tahun.
Kondisi medis yang sangat langka ini baru terungkap setelah pria tersebut meninggal dunia. Ia sebelumnya telah mendonasikan tubuhnya untuk kepentingan penelitian sains dan pendidikan.
>>> Kolombia Kalahkan Uzbekistan 3-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Bagian luar tubuh pria itu tampak normal dan hanya memiliki satu alat kelamin.
Namun, saat pembedahan di area panggul, ditemukan dua struktur penis tambahan yang tersembunyi di dalam kulit kantong skrotum.
Ketiga alat kelamin tersebut secara anatomi memiliki jaringan spons atau corpus cavernosum yang berfungsi untuk ereksi, serta struktur kepala yang disebut glans.
Penis utama yang berada di luar memiliki panjang 7,7 cm, sementara dua penis tersembunyi berukuran 3,8 cm dan 3,7 cm.
Penyebab dan Riwayat Medis
Fenomena triphallia terjadi akibat kelainan saat perkembangan janin di dalam kandungan. Hal ini disebabkan oleh gangguan pada struktur awal yang membentuk alat kelamin pada janin.
"Dalam kasus ini, kemungkinan terjadi penggandaan tiga kali lipat pada genital tubercle," tulis laporan tim medis tersebut.
>>> KlikCair Sosialisasikan KlikNano ke Pedagang Pasar Palmerah
Riwayat medis dan identitas pria itu dirahasiakan, sehingga peneliti tidak mengetahui apakah ia menyadari kelainan tersebut semasa hidupnya.
Namun, tim dokter menduga kuat bahwa kondisi ini sudah diketahui sejak lama.
Kecurigaan muncul setelah ditemukannya bekas luka operasi hernia di area selangkangan. Tekanan internal atau gesekan akibat keberadaan dua organ ekstra diduga berkontribusi pada munculnya hernia.
"Perhatian medis terhadap kerusakan tersebut dapat menyebabkan dokter lain menemukan penis tambahan tersebut," tambah mereka.
Kasus penggandaan alat kelamin diperkirakan hanya terjadi pada 1 dari 5 hingga 6 juta kelahiran hidup di dunia, dengan mayoritas berupa diphallia atau dua penis.
Temuan di Inggris ini menjadi kasus triphallia pertama pada kadaver manusia sekaligus kasus kedua yang didokumentasikan dalam literatur ilmiah kedokteran dunia.
>>> JCM: Kampus Harus Tetap Jadi Ruang Aman bagi Dialektika Intelektual
Tim medis menduga pria ini sengaja tidak menjalani operasi pengangkatan organ tambahan karena tidak menimbulkan gejala yang mengganggu kesehatan.
Update Terbaru
Mazda Beralih ke Layar Sentuh untuk Kontrol AC CX-5, Ini Alasannya
Kamis / 18-06-2026, 22:36 WIB
Oldsmobile Hurst/Olds 1984 dengan Tiga Tuas Transmisi Otomatis
Kamis / 18-06-2026, 22:36 WIB
Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Buka Showroom Baru di Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 22:35 WIB
Sembilan Tim Lolos ke Grand Final FFNS 2026 Fall
Kamis / 18-06-2026, 22:35 WIB
Bank Indonesia Perpanjang Relaksasi Kartu Kredit hingga Akhir 2026
Kamis / 18-06-2026, 22:35 WIB
Pemilik Mobil Jarak Tempuh Tinggi Perlu Waspadai Overhaul Mesin
Kamis / 18-06-2026, 22:35 WIB
MCI Proyeksikan Rasio BOPO Modal Ventura Turun Gradual
Kamis / 18-06-2026, 22:35 WIB
Prabowo Minta Himbara Tak Hanya Kejar Laba, tapi Hadir untuk Rakyat
Kamis / 18-06-2026, 22:35 WIB
Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 via NIK KTP
Kamis / 18-06-2026, 22:32 WIB
Bank Indonesia Naikkan Batas Pendanaan Luar Negeri Perbankan Jadi 40 Persen
Kamis / 18-06-2026, 22:32 WIB
Anthropic Integrasikan Claude Design dan Claude Code untuk Permudah Pengguna
Kamis / 18-06-2026, 22:32 WIB
Thierry Henry Kritik Penampilan Egois Cristiano Ronaldo Lawan RD Kongo
Kamis / 18-06-2026, 22:32 WIB
Masyarakat Adat Nabire Serahkan 50 Hektare Lahan untuk TNI AD
Kamis / 18-06-2026, 22:32 WIB
Camara: Ketenangan Jadi Kunci Hornbills Hadapi Pelita Jaya di Final IBL
Kamis / 18-06-2026, 22:32 WIB






