PT Pertamina (Persero) berhasil menembus daftar Fortune Southeast Asia 500. Pencapaian ini dinilai menjadi sentimen positif bagi penguatan citra ekonomi Indonesia di kancah internasional.

Keberhasilan perusahaan pelat merah tersebut membuktikan skala bisnis nasional mampu bersaing di tingkat regional. Pemeringkatan bergengsi ini didasarkan pada perolehan pendapatan masing-masing perusahaan.

>>> IHSG Melemah ke Level 6172, Saham Big Caps Tertekan

Pengamat branding Yuswohady mengatakan, capaian ini membanggakan bagi Indonesia karena mencerminkan kekuatan ekonomi nasional di mata dunia.

Menurutnya, semakin banyak entitas bisnis yang masuk daftar, semakin kuat daya saing negara tersebut.

"Masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 merupakan tolok ukur prestisius yang menunjukkan besarnya skala bisnis perusahaan berdasarkan pendapatan," ujar Yuswohady.

Hal ini mencerminkan dampak ekonomi terhadap tenaga kerja, industri, dan pembangunan nasional.

>>> Amanda Manopo Alami Hip Dips Saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Menanganinya

Tantangan dan Saran Pengamat

Kendati demikian, tantangan ke depan dinilai semakin berat akibat ketatnya persaingan di Asia Tenggara. Yuswohady mengingatkan agar manajemen tidak hanya terfokus pada peringkat semata.

"Lebih penting adalah bagaimana terus memperbaiki aspek kualitatif, seperti tata kelola, inovasi, dan kemampuan menciptakan nilai jangka panjang," katanya.

Langkah diversifikasi bisnis di sektor inti seperti industri petrokimia disarankan untuk diperkuat. Pertamina juga diharapkan dapat mencontoh langkah perusahaan energi global asal Arab Saudi, Aramco.

"Aramco berhasil menciptakan citra global yang kuat karena transformasinya mendukung visi Saudi Arabia 2030.

>>> IHSG Anjlok ke Level 6172, Saham Big Caps dan Suku Bunga Jadi Biang Kerok

Pertamina perlu belajar bagaimana perusahaan energi besar tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga menjadi penggerak transformasi ekonomi dan nation branding," ujar Yuswohady.