Pasokan gas Natuna akan memperkuat energi primer bagi pembangkit PLN di Sumatera dan Batam.

Dua pembangkit yang akan menerima pasokan adalah PLTGU Tanjung Uncang (135,29 MW) dan PLTGU IPP Tanjung Uncang milik PT Energi Listrik Batam (109,4 MW).

PLN EPI telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) untuk pasokan hingga 111 juta kaki kubik gas per hari periode 2027-2037.

Selain meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, pemanfaatan gas bumi mengurangi risiko penggunaan bahan bakar minyak. Hal ini juga mendukung penurunan emisi.

Rakhmad berharap ada pasokan gas tambahan untuk meningkatkan keandalan energi primer bagi pembangkit PLN dan PLN Batam.

"Selain lebih efisien dan bersumber dalam negeri, penggunaan gas juga lebih bersih dibandingkan BBM," ujarnya.

Pipa WNTS-Pemping juga akan memperkuat daya saing Batam sebagai pusat industri, logistik, dan investasi nasional.

Proyek ini melibatkan lebih dari 700 tenaga kerja dari fabrikasi hingga pekerjaan offshore, nearshore, dan onshore.

>>> Analis Prediksi Logam Mulia Berpotensi Menguat di Tengah Kebijakan The Fed

Dengan selesainya hot tap, proyek kini memasuki fase akhir sebelum gas Natuna resmi mengalir. Hal ini diharapkan mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional.