Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina Gas dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) resmi mengoperasikan penuh Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang—Cirebon—Kandang Haur Timur sejak Sabtu (6/6/2026).

Peresmian ditandai dengan pelaksanaan commissioning dan integrasi sistem transmisi gas di Stasiun Kandang Haur Timur, Jawa Barat.

>>> Indosat Integrasikan AI ke Jaringan 5G untuk Perluas Akses ke Desa

Infrastruktur sepanjang 242 kilometer ini akan mengalirkan pasokan gas dari Lapangan Jambaran Tiung Biru untuk memenuhi kebutuhan sektor industri.

Sinergi Lintas Sektor Perkuat Distribusi Energi

Direktur Jenderal Migas ESDM Laode Sulaeman hadir langsung dalam agenda peresmian tersebut.

"Infrastruktur ini akan meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas dan memperkuat keandalan pasokan energi," ujar Laode Sulaeman.

Sebelumnya, pengujian awal telah rampung pada pertengahan Maret 2026 di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.

Integrasi ini memastikan kesiapan pipa agar terhubung aman dengan fasilitas operasional eksisting milik Pertagas.

Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham menyebut keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dan menjadi milestone penting dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi.

>>> Kredibilitas Fiskal Domestik Picu Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Proyek ini juga mengutamakan standar keselamatan kerja yang ketat.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas ESDM Agung Kuswardono mencatat kumulatif jam kerja aman mencapai 4.659.090 jam tanpa insiden fatal.

Pada puncak konstruksi Juni hingga Juli 2025, proyek menyerap tenaga kerja maksimal hingga 1.981 orang.

Aspek tingkat komponen dalam negeri juga menjadi perhatian, dengan pencapaian pemanfaatan komponen lokal masih dalam tahap verifikasi final.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menerbitkan Keputusan Menteri nomor 125. K/MG.

01/MEM. M/2026 pada 13 Maret 2026 yang menugaskan Lemigas sebagai pengelola aset negara.

>>> Real Madrid Desak UEFA Cabut Gelar Juara Barcelona Akibat Kasus Negreira

Melalui seleksi mitra strategis pada April 2026, Lemigas menunjuk Pertagas sebagai operator resmi Pipa Cisem II.