Presiden Real Madrid, Florentino Perez, kembali meningkatkan tekanan terhadap Barcelona terkait kasus Negreira. Langkah hukum ini diambil setelah dirinya terpilih kembali memimpin klub ibu kota Spanyol tersebut.

Dokumen setebal 500 halaman telah dikirimkan Perez kepada UEFA.

>>> Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki Bahasa Italia yang Unik dan Penuh Doa

Real Madrid tidak hanya meminta Barcelona dilarang tampil di kompetisi Eropa, tetapi juga meminta pencabutan gelar juara yang diraih antara tahun 2001 hingga 2018.

Pengungkapan ini muncul setelah Perez memenangkan pemilihan presiden Real Madrid pada Minggu waktu setempat. Ia memperoleh 65 persen suara, mengalahkan penantangnya Enrique Riquelme dengan 35 persen.

Dalam konferensi pers pada 12 Mei, Perez menyebut kasus Negreira sebagai korupsi terbesar dalam sejarah sepak bola. "Bagaimana mungkin kita melupakannya begitu saja?"

ujarnya.

Perez mengumumkan rencana pengiriman dokumen tersebut kepada UEFA setelah kompetisi berakhir. Kini dokumen itu telah diserahkan secara resmi.

Duduk Perkara Kasus Negreira

Skandal ini mencuat ke publik pada tahun 2023.

Investigasi berfokus pada pembayaran total 8,4 juta euro dari Barcelona kepada perusahaan milik Jose Maria Enriquez Negreira.

Negreira adalah mantan wasit La Liga yang pernah menjabat wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol (CTA). Aliran dana terjadi sepanjang 2001 hingga 2018.

>>> Itel A200 Resmi di Indonesia, Desain Mirip iPhone 17 Pro, Harga Mulai Rp1,5 Juta

Tuduhan suap terhadap pejabat publik sempat dihentikan pada 2024 karena status Negreira bukan pejabat publik. Namun, proses hukum tetap berlanjut untuk dugaan korupsi dalam olahraga.

Barcelona membantah tuduhan tersebut. Manajemen klub menyatakan uang itu adalah biaya jasa konsultan untuk analisis perwasitan dan laporan talenta muda lawan.