Tim Ekspedisi Temukan Bangkai Kapal Penjara Jepang di Filipina
Tim ekspedisi berhasil menemukan bangkai kapal penjara Jepang, Hofuku Maru, yang tenggelam bersama lebih dari 1.000 tawanan perang Sekutu pada tahun 1944.
Kapal tersebut ditemukan di lepas pantai barat pulau Luzon, Filipina, setelah dideteksi menggunakan sonar.
>>> Simpanan Lembaga Keuangan Mikro Turun per April 2026, Dipicu Penarikan Lebaran
Penemuan ini diumumkan oleh pemimpin ekspedisi, Josh Gates, yang bekerja sama dengan Hellships Memorial Foundation.
Mereka memanfaatkan catatan masa perang Jepang yang lebih presisi untuk melacak lokasi kapal hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi strukturnya pada bulan Januari.
Hofuku Maru merupakan salah satu dari banyak 'kapal neraka' yang digunakan Jepang untuk mengangkut tawanan perang di antara kamp-kamp kerja paksa.
Kapal kargo yang dialihfungsikan ini sengaja disamarkan agar terlihat seperti kapal militer.
"Sayangnya, banyak dari kapal pengangkut tawanan ini ditenggelamkan oleh Sekutu," ungkap Gates.
Ia menjelaskan bahwa kapal-kapal itu dicat agar terlihat seperti kapal militer dan berada dalam konvoi Jepang, sehingga Sekutu menganggapnya sebagai target militer yang sah.
>>> Kemendikdasmen: SPMB Ramah Hapus Label Sekolah Favorit
Hofuku Maru yang menjadi bagian konvoi militer menuju Jepang diserang oleh pesawat tempur Amerika Serikat menggunakan torpedo pada 21 September 1944.
Kapal terbelah dua dan tenggelam dengan cepat, menewaskan sekitar 1.040 dari total 1.200 tawanan perang Sekutu asal Inggris dan Belanda yang berada di dalamnya.
Kondisi di dalam kapal sangat menyedihkan, tanpa cahaya, udara, maupun makanan yang layak.
Berdasarkan catatan sejarah, Jepang mengerahkan lebih dari 130 kapal neraka untuk kerja paksa di jalur kereta api, pelabuhan, pabrik, serta tambang selama Perang Dunia II, dengan mengabaikan Konvensi Jenewa 1929.
Hampir sepertiga atau sekitar 35.000 orang dari total 132.100 tawanan pasukan Amerika Serikat dan Inggris dilaporkan tewas akibat kelelahan, kekurangan gizi, dan penyakit.
>>> BPBD Sumsel Usulkan Tambahan Empat Helikopter Water Bombing untuk Karhutla
Kini, situs bangkai kapal sedalam 50 meter tersebut dianggap sebagai kuburan perang.
Update Terbaru
Petugas Landis Sektor 5 Makkah Kawal Ribuan Jemaah Haji Lansia
Kamis / 18-06-2026, 19:28 WIB
Menkeu Purbaya Yakinkan Investor China soal Stabilitas Fiskal Indonesia
Kamis / 18-06-2026, 19:28 WIB
Thomas Tuchel Tarik Declan Rice demi Hindari Risiko Cedera
Kamis / 18-06-2026, 19:28 WIB
Rockstar Luncurkan Pembaruan Heist Kortz Center di GTA Online Juli
Kamis / 18-06-2026, 19:25 WIB
Timnas Honor of Kings Indonesia Lolos ke Babak Utama Asian Games 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:25 WIB
Menhan AS Dorong NATO Kembali Jadi Aliansi Militer yang Kuat
Kamis / 18-06-2026, 19:25 WIB
Kemendikdasmen: TKA Penting untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Kamis / 18-06-2026, 19:24 WIB
Marc Marquez Redam Ekspektasi Jelang MotoGP Ceko 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:24 WIB
Mengenal Puasa Mutih Jawa dan Hukumnya dalam Pandangan Islam
Kamis / 18-06-2026, 19:24 WIB
Kenali Perbedaan Lip Balm dan Lip Serum untuk Perawatan Bibir
Kamis / 18-06-2026, 19:24 WIB
Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner di Bali Tuai Kritik Netizen
Kamis / 18-06-2026, 19:24 WIB
SNPMB Umumkan Hasil UTBK SNBT 2026 pada 25 Mei
Kamis / 18-06-2026, 19:21 WIB
Perbanas Resmikan UMKM Center untuk Perkuat Ekosistem Usaha
Kamis / 18-06-2026, 19:21 WIB
IHSG 18 Juni 2026 Ditutup Melemah ke Level 6.172
Kamis / 18-06-2026, 19:20 WIB






