Pemerintah Filipina mendesak China untuk segera memindahkan sebuah struktur terapung misterius yang terpantau di wilayah karang sengketa Scarborough Shoal di Laut China Selatan.

Ketegangan ini terjadi setelah badan keamanan Manila mengonfirmasi keberadaan instalasi berukuran enam kali enam meter yang dilengkapi antena di kawasan tersebut.

>>> Rupiah Menguat ke Rp17.944 Per Dolar AS Pascakenaikan Suku Bunga

Manila langsung melayangkan beberapa nota protes diplomatik serta protes resmi kepada Beijing demi menegaskan kedaulatan mereka atas wilayah dangkalan itu.

Juru bicara urusan maritim di Departemen Luar Negeri Filipina, Rogelio Villanueva Jr., mengonfirmasi adanya tuntutan resmi tersebut dalam sebuah jumpa pers.

Ia mendeskripsikan instalasi milik Beijing itu sebagai bangunan yang bersifat semi-permanen.

Pihak berwenang Filipina menilai aktivitas terbaru yang dilakukan oleh China di dangkalan tersebut telah melanggar ketentuan hukum maritim.

Deputi Dewan Maritim Nasional Filipina, Alexander Lopez, menegaskan bahwa aktivitas China di dangkalan tersebut dianggap tidak sah dan ilegal.

Pemerintah Filipina menyatakan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan demi mempertahankan hak teritorial mereka.

Respons China atas Klaim Filipina

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, memberikan respons terkait klaim sepihak atas wilayah perairan sengketa tersebut.

Ia menyatakan bahwa segala aktivitas yang dilakukan oleh Beijing di dangkalan tersebut—termasuk penelitian ilmiah—adalah tindakan yang sah menurut hukum.

Menurutnya, China memiliki kedaulatan yang tidak terbantahkan atas Scarborough Shoal, yang mereka sebut sebagai Huangyan Dao, beserta perairan di sekitarnya.

>>> Gelombang Lokal 2026: Wadah Musisi Independen di Malang

Otoritas Manila pertama kali mendeteksi objek tersebut pada 25 Mei lalu di pintu masuk sebelah tenggara kawasan karang.