Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, menduga dua kapal riset China yang terlihat di sekitar lokasi beberapa hari sebelumnya merupakan pihak yang bertanggung jawab membawa platform terapung itu ke sana.

Aktivitas personel China juga terpantau di atas platform tersebut untuk menggeser struktur bangunan masuk ke dalam kawasan karang pada 31 Mei.

Tarriela menambahkan bahwa objek-objek tersebut kemungkinan besar ditempatkan untuk keperluan penelitian ilmiah kelautan.

Ia memastikan Filipina akan terus melakukan pemantauan dan patroli intensif di wilayah tersebut.

Kepala Angkatan Bersenjata Filipina, Romeo Brawner Jr., awal pekan ini menegaskan bahwa negaranya tidak akan membiarkan kekalahan masa lalu terulang kembali di perairan yang diperebutkan tersebut.

Filipina merupakan salah satu negara Asia Tenggara yang memiliki klaim teritorial tumpang tindih dengan Beijing di kawasan Laut China Selatan yang kaya akan sumber daya alam.

China mengambil alih kendali efektif atas Scarborough Shoal setelah terlibat ketegangan intensif dengan Filipina pada tahun 2012.

>>> Nindya Karya Bangun Sekolah Rakyat Trenggalek dengan Sentuhan Arsitektur Majapahit

Sejak saat itu, Beijing terus melakukan reklamasi terumbu karang di perairan sengketa tersebut demi memperkuat klaim sepihak mereka atas jalur perairan tersebut.