Rupiah Menguat ke Rp17.944 Per Dolar AS Pascakenaikan Suku Bunga
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melonjak signifikan hingga menyentuh level Rp17.944 pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026).
Penguatan mata uang lokal sebesar 114 poin ini dipicu oleh respons positif pasar terhadap kebijakan moneter domestik.
>>> Gelombang Lokal 2026: Wadah Musisi Independen di Malang
Sebelumnya, posisi rupiah berada pada level Rp18.058 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup menguat perkasa pada sore hari.
Kenaikan BI-Rate Jadi Katalis
Kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen dinilai menjadi faktor penopang utama yang menjaga stabilitas nilai tukar di pasar keuangan.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelaku pasar menyambut baik kenaikan suku bunga Bank Indonesia tersebut.
"Kebijakan ini bertujuan untuk menstabilkan rupiah setelah berulang kali mencapai rekor terendah," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).
Kebijakan pengetatan moneter juga berdampak positif pada sektor pembiayaan negara, khususnya lelang obligasi pemerintah bertenor 10 tahun yang menawarkan imbal hasil 7,4 persen.
>>> Nindya Karya Bangun Sekolah Rakyat Trenggalek dengan Sentuhan Arsitektur Majapahit
Langkah ini diharapkan mampu menarik minat investor domestik maupun asing untuk berpartisipasi dalam lelang Surat Utang Negara.
Faktor Eksternal Ikut Mempengaruhi
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang mengganggu jalur logistik global juga menjadi perhatian pasar.
Lonjakan harga minyak dunia sekitar 1 persen turut memicu kekhawatiran terhadap peningkatan laju inflasi global serta memengaruhi proyeksi kebijakan bank sentral AS.
Ibrahim menyoroti perhatian tetap terfokus pada Selat Hormuz, jalur penting untuk pasokan energi global yang dilalui sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia.
>>> Kisah Raihan Yusuf Tembus Tiga PTN Favorit dan Tips Belajarnya
Meskipun Menteri Energi AS Chris Wright memperingatkan bahwa aliran energi masih di bawah normal dan mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih sepenuhnya.
Update Terbaru
DPR Soroti Ketergantungan Mesin Impor, Dorong Tambahan Anggaran Kemenperin
Rabu / 10-06-2026, 17:48 WIB
Pembiayaan Cicil Emas BSI Tumbuh Melesat Hingga 97,90 Persen
Rabu / 10-06-2026, 17:46 WIB
Bridgestone Indonesia Bagikan Tips Periksa Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh
Rabu / 10-06-2026, 17:45 WIB
Prabowo Subianto Larang Pengusaha Muda Bawa Kekayaan ke Luar Negeri
Rabu / 10-06-2026, 17:44 WIB
Pegadaian dan Bank Syariah Nasional Jalin Sinergi Pembiayaan Rp1,4 Triliun
Rabu / 10-06-2026, 17:44 WIB
Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portabel untuk Profesional Mobile
Rabu / 10-06-2026, 17:40 WIB
Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Dorong Inflasi Juni 2026 Mendekati 4%
Rabu / 10-06-2026, 17:40 WIB
PA Jaksel Klarifikasi Rumor Cerai Cita Citata dan Didi Mahardika
Rabu / 10-06-2026, 17:36 WIB
Jayamas Medica Industri Bagikan Dividen Rp110,4 Miliar
Rabu / 10-06-2026, 17:36 WIB
PT Pegadaian Borong Lima Penghargaan HR Asia 2026
Rabu / 10-06-2026, 17:36 WIB
Megawati Hangestri Resmi Gabung Hyundai Hillstate untuk Musim 2026-2027
Rabu / 10-06-2026, 17:36 WIB
Perusahaan Asuransi Ramai Dirikan Perusahaan Baru Demi Spin Off UUS
Rabu / 10-06-2026, 17:35 WIB
Ditjen Pajak Temukan 93.260 Wajib Pajak UMKM Lakukan Pemisahan Perusahaan
Rabu / 10-06-2026, 17:35 WIB
Prabowo Targetkan Modernisasi 400 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Rabu / 10-06-2026, 17:33 WIB






