Tim ekspedisi berhasil menemukan bangkai kapal penjara Jepang, Hofuku Maru, di lepas pantai barat Pulau Luzon, Filipina.

Kapal tersebut tenggelam pada tahun 1944 bersama lebih dari 1.000 tawanan perang Sekutu.

>>> Dokter Ingatkan Pentingnya Jaga Massa Otot saat Diet Turunkan Berat Badan

Hofuku Maru merupakan salah satu "kapal neraka" yang digunakan militer Jepang untuk mengangkut tawanan perang ke kamp kerja paksa.

Kapal kargo ini dialihfungsikan sejak 1942.

Penemuan bangkai kapal di kedalaman sekitar 50 meter ini terwujud setelah tim melakukan investigasi bersama Hellships Memorial Foundation pada Januari lalu.

Pemimpin ekspedisi, Josh Gates, mengungkapkan bahwa banyak kapal pengangkut tawanan ditenggelamkan oleh Sekutu.

Catatan perang militer Jepang yang presisi membantu pendeteksian awal struktur kapal menggunakan sonar. Temuan tersebut kemudian diverifikasi melalui lima kali penyelaman.

Gates menjelaskan bahwa kapal-kapal itu dicat agar terlihat seperti kapal militer dan berada dalam konvoi Jepang. Akibatnya, Sekutu mengira kapal-kapal tersebut adalah target militer yang sah.

Kapal Hofuku Maru terbelah menjadi dua bagian setelah terkena torpedo dari pesawat tempur Amerika Serikat pada 21 September 1944.

>>> Tim Ekspedisi Temukan Bangkai Kapal Penjara Jepang di Filipina

Saat itu, kapal sedang berlayar dalam konvoi militer menuju Jepang.

Insiden tersebut menewaskan sekitar 1.040 dari total 1.200 tawanan tentara Inggris dan Belanda. Sebagian besar dari mereka sebelumnya dipaksa bekerja di proyek Rel Kereta Kematian Burma-Thailand.

Kondisi di dalam kapal sangat memprihatinkan karena minim cahaya, udara, serta makanan. Para tawanan dikurung selama berbulan-bulan.

Jepang mengabaikan batasan Konvensi Jenewa 1929 terkait tenaga kerja tawanan perang dengan dalih belum meratifikasinya.

Sekitar 132.100 pasukan Amerika Serikat dan Inggris dipaksa bekerja di jalur kereta, pelabuhan, pabrik, dan tambang.

Hampir sepertiga dari total tawanan, atau sekitar 35.000 orang, tewas akibat kelelahan, kekurangan gizi, dan penyakit selama masa penahanan.

>>> Simpanan Lembaga Keuangan Mikro Turun per April 2026, Dipicu Penarikan Lebaran

Situs bangkai kapal Hofuku Maru kini telah dipetakan menggunakan kendaraan bawah air. Lokasi tersebut ditetapkan resmi sebagai kuburan perang setelah sisa-sisa jasad manusia teridentifikasi.