Sulsel Rehabilitasi Irigasi Bontonyeleng, Distribusi Air ke 1.200 Hektare Lahan Lancar
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meresmikan dimulainya rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bontonyeleng di Kabupaten Bulukumba.
Proyek ini diharapkan memperlancar distribusi air ke lahan pertanian seluas 1.200 hektare.
>>> Purbaya Yudhi Sadewa Lobi China untuk Dukung Penerbitan Panda Bond Indonesia
Rehabilitasi irigasi Bontonyeleng merupakan bagian dari Paket 1 Multi Years Project (MYP) yang mencakup Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, dan Sinjai.
Total anggaran untuk paket ini mencapai sekitar Rp93 miliar.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel juga telah memulai pembangunan Paket 4 MYP Irigasi di Kabupaten Luwu Utara serta Paket 2 MYP Irigasi di Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo.
Anggaran Rp16,5 Miliar untuk Tiga Irigasi di Bulukumba
Khusus untuk Kabupaten Bulukumba, Pemerintah Provinsi mengalokasikan anggaran sekitar Rp16,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi tiga daerah irigasi, yakni irigasi Bontonyeleng, irigasi Bettu, dan irigasi Bongki-Bongki.
Menurut Gubernur, selama ini terdapat sejumlah titik kebocoran pada saluran utama yang mengakibatkan distribusi air tidak optimal. Rehabilitasi ini diharapkan meningkatkan kapasitas layanan irigasi hingga sekitar 65 persen.
>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen, Rupiah Mulai Pulih
“Dengan rehabilitasi ini, distribusi air akan menjadi lebih efektif sehingga dapat menunjang produktivitas pertanian masyarakat.
Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Andi Sudirman.
Gubernur juga mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan secara bertahap. Ia berharap masyarakat bersama-sama menjaga infrastruktur yang dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat bersabar selama proses pekerjaan berlangsung. Mari kita jaga dan manfaatkan infrastruktur ini dengan baik agar memberikan manfaat maksimal bagi sektor pertanian,” harapnya.
Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi salah satu prioritas Pemprov Sulsel. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian serta memperkuat fondasi sektor pertanian di daerah.
“Ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para petani. Infrastruktur yang baik akan menjadi penopang utama peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Update Terbaru
Kemen UMKM Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan SAPA untuk Program Strategis
Kamis / 18-06-2026, 19:12 WIB
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 di Prambanan, Diikuti 10.200 Pelari
Kamis / 18-06-2026, 19:11 WIB
IDAI Soroti Kejanggalan Kasus Hukum Dokter Anak di Pangkalpinang
Kamis / 18-06-2026, 19:11 WIB
Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026 Usai Proyek SKKL Rampung
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Timnas Jerman Targetkan Kemenangan Lawan Pantai Gading di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Ketrosden Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Polisi New York Siaga Cegah Lonjakan Perdagangan Seks di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
BPOM Terbitkan Aturan Baru Sertifikasi Kosmetik untuk Permudah Izin
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
BI Turunkan Batas Pembelian Dolar AS Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
Amar Bank Cetak Laba Bersih Rp71,12 Miliar di Kuartal I 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Wamendagri: SE Nobar Piala Dunia Dorong Ekonomi Daerah
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
DPR Ajak UMKM Perempuan Riau Perkuat Empat Pilar Kebangsaan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
BI Batasi Pembelian Dolar AS Tanpa Dokumen Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB






