Jika masalahnya cell imbalance, solusinya adalah balancing. Proses ini menyamakan tegangan antar sel menggunakan alat balancing charger atau sistem BMS tertentu.

Apabila ditemukan sel yang benar-benar rusak, ganti dengan sel yang memiliki spesifikasi identik, termasuk kapasitas, tegangan, dan tipe kimia.

Pemeriksaan juga perlu dilakukan pada BMS jika pengisian terganggu atau indikator tidak akurat.

Komponen BMS yang rusak dapat diganti secara terpisah tanpa harus mengganti seluruh unit baterai.

Hal yang Harus Dihindari

Perbaikan baterai lithium-ion tidak boleh dilakukan sembarangan. Jangan membongkar baterai tanpa pengetahuan teknis, menusuk lapisan sel, atau menghubungkan sel dengan spesifikasi berbeda.

Hindari penggunaan charger tidak resmi dan penyimpanan baterai di tempat panas. Kesalahan kecil bisa menyebabkan korsleting hingga kebakaran akibat thermal runaway.

Cara Mencegah Kerusakan dan Kapan Harus Ganti

Isi daya saat baterai tersisa 20-30 persen dan cabut ketika mencapai 80-90 persen. Hindari memarkir motor di bawah sinar matahari langsung dan bersihkan terminal baterai secara berkala.

Gunakan mode berkendara eco dan periksa kesehatan baterai setiap 3-6 bulan. Usia pakai baterai lithium-ion umumnya 30.000 hingga 50.000 kilometer atau 5-7 tahun.

Jika kapasitas baterai turun di bawah 80 persen, penggantian unit menjadi solusi terbaik.

>>> OJK: Pasar Modal Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global

Biaya perbaikan lebih murah jika hanya perlu balancing atau mengganti satu dua sel, tetapi jika kerusakan meluas, biaya bisa setara dengan baterai baru.