Aksi Bersih Stadion Suporter Jepang Picu Kritik Pembagian Kerja Domestik
Aksi suporter sepak bola Jepang yang membersihkan stadion setelah pertandingan Piala Dunia melawan Belanda pekan ini menjadi viral di media sosial X.
Namun, unggahan tersebut justru memicu kritik sosial berupa meme yang menyoroti ketimpangan pembagian kerja domestik di Jepang.
>>> 5 Manfaat Belajar di Luar Negeri Menurut Mendikdasmen Abdul Mu'ti
Sebuah parodi poster etika kereta bawah tanah membandingkan perilaku rapi suporter di stadion dengan situasi di rumah.
Dalam poster itu, seorang wanita terlihat mencuci piring sementara pria berseragam tim nasional bersantai di sofa.
"Tolong lakukan juga di rumah," bunyi slogan dalam poster parodi tersebut.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, unggahan sindiran itu telah dibagikan ulang lebih dari 13.000 kali di platform X.
Data OECD dan Studi Pemerintah
Kritik ini didukung oleh data OECD yang menunjukkan kontribusi pria Jepang terhadap pekerjaan rumah tangga tanpa bayaran termasuk yang terendah di antara negara anggota.
Meskipun semakin banyak perempuan memasuki dunia kerja, partisipasi pria dalam urusan domestik masih sangat minim.
>>> 4 Rekomendasi Moisturizer Murah untuk Menghilangkan Flek Hitam
Sebuah studi pemerintah Jepang pada tahun 2021 menunjukkan bahwa pria rata-rata hanya menghabiskan waktu 51 menit per hari untuk pekerjaan rumah tangga.
Angka tersebut berbanding terbalik dengan kaum perempuan di Jepang yang menghabiskan waktu rata-rata tiga jam 24 menit per hari.
Selain menyasar para pria, netizen juga menyoroti bahwa masyarakat Jepang tidak selalu menjaga kebersihan di dalam negeri.
Sampah dilaporkan masih sering terlihat berserakan di jalanan setelah acara-acara besar akhir pekan atau di kawasan yang jarang dilalui pejalan kaki.
Poster parodi tersebut terinspirasi dari seri poster humoris Tokyo Metro karya Bunpei Yorifuji yang aslinya mengimbau penumpang agar tidak mengganggu orang lain di kereta.
>>> IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.159, Investor Khawatir Review MSCI
Pembuatan poster dengan warna mencolok kuning dan hitam itu dikenal luas karena menyampaikan pesan etika publik secara kreatif dan satir.
Update Terbaru
HONOR Watch 6 Resmi Meluncur dengan Layar AMOLED 1,46 Inci dan Baterai 35 Hari
Kamis / 18-06-2026, 16:21 WIB
LG Luncurkan Kulkas French Door 2026 di India, Harga Mulai Rp 22 Jutaan
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Kasus dr Ratna Dinilai Berpotensi Jadi Preseden Pelayanan Medis
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
PGN Luncurkan Program Bedah Dapur GasKita 2026 untuk Pelanggan Baru
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Kejagung Periksa Sony Sonjaya dalam Kasus Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
PLN Lakukan Pemadaman Listrik Terbatas di Sejumlah Wilayah Kota Bekasi
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Harga Minyak Dunia Turun di Bawah 80 Dolar AS, BBM di Indonesia Belum Ikut Turun
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
CEO Microsoft Peringatkan Dampak Monopoli AI bagi Industri
Kamis / 18-06-2026, 16:17 WIB
IDI Khawatirkan Kriminalisasi Dokter dalam Kasus dr Ratna
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.172 pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Samsat Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Buka Layanan Pemutihan Pajak
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Mentan: 90 Persen Perusahaan Sawit Naikkan Harga TBS Petani
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Pakar: Kesepakatan Damai Iran-AS Beri Sentimen Positif Pasar Energi
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
BAKTI Siap Dukung Konektivitas Digital untuk Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa di Area 3T
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB






