Grup musik Slank memberikan respons tegas terhadap penilaian publik yang menyebut mereka kembali ke setelan pabrik setelah meluncurkan lagu terbaru berjudul Republik Fufufafa.

Band yang dimotori oleh Bimbim ini menolak anggapan telah mengubah prinsip bermusik mereka selama ini.

>>> TNGR Ingatkan Wisatawan Patuhi Aturan Pendakian Gunung Rinjani

Sikap kritis band legendaris tersebut diklaim selalu terjaga sejak dahulu. Perbedaan pandangan masyarakat mengenai posisi Slank dinilai murni terjadi karena faktor situasi politik yang dinamis.

"Sebenarnya kita sih gini-gini aja, dari dulu sampai sekarang setelannya ya tetap Slank. Mungkin karena sekarang kita lagi 'di luar', jadi kelihatan vokal lagi," ungkap Bimbim, pentolan Slank.

Penegasan mengenai konsistensi karya juga disampaikan oleh personel lain. Band ini tercatat tetap melahirkan lagu-lagu bernada kritik sosial dalam beberapa tahun ke belakang.

"Kalau menurut gue, kalian jangan tulis setelan pabrik. Itu menandakan kalian gak ngerti gitu.

>>> Harga CPO Bursa Malaysia Rontok Akibat Minyak Mentah Dunia Melemah

Karena di tahun 2017 kita ngeluarin Palalopeyank, pernah dengar gak?" jawab Ridho, gitaris Slank.

Masyarakat diminta untuk menyimak kembali album Palalopeyank yang diproduksi sembilan tahun lalu.

Karya tersebut menjadi bukti otentik bahwa band yang bermarkas di Potlot ini tidak pernah menjadi pengikut satu sisi pemerintahan saja.

"Jadi kalau dibilang setelan pabrik, berarti kalian itu gak mengamati itu. Dari 2017 kita sudah bikin, di album Vaksin kita sudah bikin, sampai sekarang," tambah Ridho.

>>> Thibaut Courtois Isyaratkan Pensiun dari Timnas Belgia Usai Piala Dunia 2026

Lirik lagu akan tetap difungsikan sebagai sarana kendali sosial oleh para personel. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bermusik yang sudah tertanam sejak era 1980-an.