>>> Ramadhan Sananta Resmi Gabung Persebaya Surabaya

Dosen senior psikologi di University of Sydney, Dr. Jasmine Fardouly, menyebutkan ketidakpuasan penampilan marak terjadi pada anak-anak sejak usia enam tahun.

Lebih dari 50 persen anak muda merasa tidak puas dengan citra tubuh mereka.

"Lebih dari 50 persen anak muda merasa tidak puas dengan penampilannya, dan hingga 90 persen memiliki setidaknya sedikit kekhawatiran mengenai penampilan fisik mereka," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jika kekhawatiran itu menjadi berlebihan, penting untuk segera mencari bantuan profesional.

Pengaruh Media Sosial dan Standar Tidak Realistis

Pemasaran agresif melalui influencer dan iklan digital dituding menjadi penyebab utama lingkungan kecantikan yang tidak sehat. Anak-anak diajarkan takut pada penuaan sebelum waktunya.

Grace Collinson mengatakan anak muda tidak hanya diajarkan takut terhadap penuaan atau kulit yang tidak sempurna, tetapi juga terus menerima pesan bahwa mereka harus mencapai kesempurnaan atau membeli produk mahal agar bisa diterima lingkungan.

Jasmine Fardouly mengamini bahwa standar kecantikan yang tidak realistis di media sosial sulit dicapai. Hal ini meningkatkan risiko gangguan citra tubuh bagi yang melihatnya.

Spesialis kulit dari University of New South Wales, Dr. Deshan Sebaratnam, menilai kondisi ini menyerupai gangguan dismorfia tubuh atau body dysmorphic disorder (BDD).

"Menurut saya, ini adalah mutasi baru dari masalah lama," ujarnya.

Masyarakat sering kali lupa bahwa penampilan di internet telah dimanipulasi oleh kosmetik profesional, filter, kecerdasan buatan, hingga Photoshop.

>>> Polisi Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Eks Hotel Sultan

Pengaruh teknologi digital membuat dampak masalah lama ini menjadi jauh lebih besar saat ini.