Dari kelompok pelaku industri strategis, korporasi yang terlibat meliputi Wanguo Gold Group Limited, CNGR Co Ltd, dan Mercuria Holdings Pte Ltd. Selain itu, terdapat pula Trafigura Pte Ltd, Glencore International AG, serta Intera Mining Investment Limited.

>>> Synology Luncurkan DSM 7.4 dengan Fitur AI dan Efisiensi Penyimpanan

Sementara itu, dari kelompok investor keuangan, komitmen datang dari Ping An of China Asset Management Co Ltd dan GF Fund Management.

Eurus Holdings SPC milik ORIX, Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, serta Wind Sabre Fund SPC juga turut ambil bagian.

Deretan investor utama tersebut telah menyerap sekitar 49,9 persen dari total saham yang ditawarkan dalam penawaran dasar.

Angka penyerapan ini merupakan batas tertinggi yang diizinkan oleh regulasi pencatatan saham di HKEX.

Potensi dan Capaian Tambang Emas Pani

Tingginya ketertarikan investor global terhadap saham EMAS ditopang oleh prospek cerah Tambang Emas Pani. Proyek pertambangan tersebut kini tengah memasuki tahap peningkatan volume produksi secara berkala.

Sejak resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2025, EMAS telah melewati beberapa fase krusial.

Perusahaan sukses melaksanakan penuangan emas pertama pada Februari 2026, yang dilanjutkan dengan penjualan emas perdana pada Maret 2026.

Hingga periode akhir tahun 2025, kawasan Tambang Emas Pani tercatat menyimpan sumber daya mineral mencapai 7 juta ons emas.

Sementara itu, total cadangan bijih emas di lokasi tersebut dilaporkan menyentuh angka 5,2 juta ons emas.

>>> Meksiko Rombak Lini Pertahanan Jelang Hadapi Korea Selatan

Melalui kepemilikan volume sumber daya dan cadangan tersebut, Tambang Emas Pani kini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu deposit emas primer dengan skala terbesar di wilayah Asia.