Banyak perempuan khawatir saat siklus menstruasi terhenti setelah mengonsumsi pil KB. Kekhawatiran itu wajar, namun tidak selalu berarti kehamilan.

Pil KB bekerja dengan mengatur hormon untuk mencegah ovulasi. Efek samping yang umum adalah perubahan siklus haid, termasuk tidak haid sama sekali.

>>> Trailer Spider-Man: Brand New Day Perkenalkan Ancaman Musuh Tak Terlihat

Penyebab Tidak Haid saat Minum Pil KB

Hormon dalam pil KB dapat menipiskan lapisan dinding rahim. Akibatnya, volume darah menstruasi berkurang drastis atau bahkan tidak keluar.

Jenis pil KB juga berpengaruh. Pil kombinasi dan pil progestin saja memiliki mekanisme berbeda yang bisa membuat haid menjadi sangat ringan.

Semakin lama mengonsumsi pil KB, pola menstruasi bisa semakin tidak teratur. Faktor eksternal seperti stres, kurang tidur, dan perubahan berat badan juga ikut memengaruhi.

Kapan Harus Curiga Hamil?

Meski jarang, kehamilan tetap mungkin terjadi jika ada kelalaian dalam penggunaan. Risiko meningkat jika tidak disiplin minum pil, melewatkan dosis, atau minum obat lain yang berinteraksi.

Gejala kehamilan yang perlu diwaspadai meliputi mual di pagi hari, payudara sensitif, mudah lelah, dan sering buang air kecil.

>>> Kejagung Periksa Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya

Jika haid terlambat lebih dari satu siklus disertai gejala tersebut, segera lakukan tes kehamilan.

Perbedaan utama: efek pil KB biasanya tidak disertai gejala kehamilan lain, dan perubahan siklus terjadi bertahap sejak awal pemakaian.

Sementara kehamilan umumnya disertai morning sickness dan perubahan fisik signifikan.

Tes kehamilan disarankan jika menstruasi terlambat dua siklus berturut-turut meski minum pil sesuai jadwal, atau jika terlambat setelah melewatkan satu atau lebih pil aktif.

>>> Arus Minyak Selat Hormuz Diprediksi Hanya Pulih 70 Persen Pasca Perang

Jika lupa dosis, kontrasepsi darurat bisa digunakan. Pilihannya antara lain levonorgestrel generik, Postinor, metode Yuzpe, atau konsultasi dokter untuk resep khusus.