"Nah ini saya sudah minta untuk kita kelistrikan untuk diprioritaskan, di fleksibilitaskan," ujarnya.

Saat ini total kebutuhan batubara PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun dengan alokasi penugasan DMO korporasi batubara sebesar 190 juta ton.

>>> Drama China Ashes to Crown Tayang Mulai Juni 2026 di Youku dan Netflix

Namun, realisasi kontrak baru mencapai 134 juta ton, sehingga PLN masih kekurangan pasokan 20 juta ton batubara untuk tahun ini.

"Dari 190 juta ton yang sudah dilakukan konfirmasi kurang lebih sekitar 150—160 juta ton, dan sudah dilakukan kontrak sebesar 134 juta ton.

Artinya, dari total kebutuhan PLN 154 juta, tinggal kurang 20 [juta metrik ton] yang belum dikontrakkan," kata Bahlil.

Kondisi macetnya pasokan ini juga mendapat sorotan dari pakar pertambangan Indonesia Mining and Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo.

Ia menilai harga patokan berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2018 sangat menjepit posisi penambang.

"Mengingat [harga batu bara] DMO ini sudah 8 tahun tidak pernah direvisi, posisinya harga saat ini benar-benar menjepit penambang," ujar Singgih.

Apabila PLN memakai komoditas dengan kalori lebih rendah seperti 4.000 kcal/kg, nilai yang diterima produsen hanya berkisar US$44 per ton.

"Angka US$44/ton itu hanya sedikit di atas atau bahkan sama dengan biaya produksi bagi penambang tertentu," kata Singgih.

Singgih memaparkan bahwa PLN sebenarnya terbuka jika harga batubara DMO dilepas sesuai fluktuasi pasar demi jaminan konsistensi suplai.

Namun, pemerintah terganjal oleh potensi membengkaknya nilai subsidi energi nasional.

"Kalau melihat kondisi ekonomi nasional saat ini, jelas berat bagi pemerintah untuk merevisi harga DMO," tambahnya.

Situasi operasional penambang domestik juga diperparah oleh ketidakpastian persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), lonjakan harga bahan bakar global, serta aturan devisa hasil ekspor (DHE).

>>> Hugo Broos Ubah Taktik Afrika Selatan Jelang Lawan Republik Ceko

"Secara natural, pengusaha pasti akan memburu pendapatan yang memberikan margin terbesar untuk bertahan hidup," katanya.