James selalu mengatakan, ‘no song, no music industry,’ sebuah keyakinan bahwa para pencipta adalah fondasi industri musik dan harus dihargai serta dilindungi hak-haknya.

Melalui James F.

Sundah Fellowship Program bersama ISI Yogyakarta, kami berharap dapat mendorong lahirnya penelitian yang memperkuat pemahaman mengenai hak cipta dan kekayaan intelektual serta memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang," ujarnya.

>>> Afrika Selatan Kehilangan Dua Pemain Kunci Jelang Lawan Republik Ceko

Dukungan ISI Yogyakarta

Rektor ISI Yogyakarta, Prof. Dr. Irwandi, M. Sn.

, menyambut baik kolaborasi tersebut karena riset mengenai kekayaan intelektual masih menjadi kebutuhan penting di lingkungan seni dan budaya Indonesia.

"ISI Yogyakarta menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif kerja sama dan beasiswa dari The James F. Sundah Foundation untuk mendukung riset mahasiswa.

Hal ini akan memperkuat literasi yang dibutuhkan masyarakat seni dan khalayak luas, terutama terkait aspek kekayaan intelektual seniman yang masih memerlukan banyak kajian serta edukasi kepada para pemangku kepentingan seni," katanya.

Warisan James F. Sundah

James F.

Sundah dikenal sebagai salah satu pencipta lagu paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia dengan karya-karya yang menjadi bagian dari perjalanan budaya populer selama beberapa dekade.

Melalui program fellowship ini, penyelenggara berharap semangat perjuangan James Sundah dalam memperjuangkan hak-hak pencipta dapat terus berlanjut melalui penelitian dan pendidikan.

Wendi Putranto, yang juga menjadi anggota dewan seleksi beasiswa, menilai kontribusi terbesar James Sundah terletak pada gagasan yang diperjuangkannya terkait posisi pencipta lagu dalam industri musik.

"Warisan terbesar James F.

Sundah bukan hanya ada di lagu-lagunya, melainkan juga berbagai pemikiran serta perjuangannya untuk menempatkan pencipta lagu pada posisi yang layak dan strategis dalam ekosistem musik Indonesia.

Beasiswa riset ini menjadi cara yang tepat untuk meneruskan pemikiran tersebut kepada generasi baru melalui penelitian, pendidikan, dan pengembangan pengetahuan, khususnya terkait Hak Cipta dan Hak Kekayaan Intelektual yang hingga saat ini kondisinya masih sangat menantang di Tanah Air."

Pendaftaran dan Informasi Lebih Lanjut

Pendaftaran program beasiswa riset perdana ini dijadwalkan dibuka pada Tahun Akademik 2026–2027.

The James F.

Sundah Foundation merupakan organisasi nirlaba untuk program pendidikan, penelitian, pengembangan seni budaya, perlindungan hak pencipta, serta kegiatan sosial.

>>> Jet Pribadi Jatuh di Texas Tewaskan CEO Capital Factory Joshua Baer

Sementara ISI Yogyakarta merupakan perguruan tinggi seni negeri yang berdiri sejak 1984 dan menyelenggarakan pendidikan dari jenjang diploma hingga doktoral.