Pasar saham Korea Selatan memimpin penguatan setelah indeks KOSPI melonjak di atas 1,5% dan menembus level psikologis 9.000 untuk pertama kalinya.

Lonjakan ini ikut mengerek indeks saham Taiwan yang tumbuh hampir 1%.

>>> Denza N9 Tertangkap Kamera dengan Setir Kanan di Australia

Apresiasi di kedua pasar tersebut berhasil mengangkat indeks MSCI Emerging Markets Asia ke level tertinggi dalam periode dua pekan terakhir.

Di Singapura, indeks FTSE Straits Times kembali mencetak rekor tertinggi baru setelah melanjutkan kenaikan 1,2% dari perdagangan sebelumnya.

Indeks ini telah membukukan penguatan selama enam sesi secara berturut-turut.

Sementara itu, indeks saham Filipina terpantau naik 0,8%, sedangkan bursa saham Malaysia dan Thailand bergerak dalam rentang yang relatif terbatas.

Tekanan pada Aset Keuangan Domestik

Aset keuangan Indonesia masih berada di bawah tekanan berat di saat pasar regional menguat.

Selain IHSG yang sempat merosot hingga 2,4%, nilai tukar rupiah juga mengalami depresiasi hingga menyentuh level Rp 17.865 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan mata uang Garuda ini terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Analis Saxo Markets Charu Chanana menilai bahwa bank sentral cenderung mempertahankan kebijakan moneter ketat.

"BI memiliki kecenderungan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, bahkan berpotensi mengarah pada pengetatan lebih lanjut jika pelemahan rupiah berlanjut," kata Charu Chanana.

Investor saat ini juga tengah mencermati hasil MSCI Global Market Accessibility Review yang diperkirakan dapat memengaruhi arus likuiditas di pasar keuangan domestik.

Sepanjang tahun ini, rupiah berulang kali menyentuh level terlemahnya terhadap dolar AS.

Tekanan didorong oleh kecemasan pasar terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah serta volatilitas harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berisiko memperlebar defisit transaksi berjalan.

>>> Wuling Pasok 50 Unit New BinguoEV Lite untuk Armada MPMRent

Sementara itu dari luar negeri, pelaku pasar menanti keputusan kebijakan moneter Taiwan. Berdasarkan jajak pendapat Reuters, bank sentral Taiwan diproyeksikan bakal mempertahankan tingkat suku bunga acuannya.