Perusahaan pengembang sistem operasi kecerdasan buatan asal London, Conduct, mengumumkan perolehan pendanaan Seri A senilai 60 juta dolar AS atau sekitar 51 juta euro pada Rabu (17/6/2026).

Putaran pendanaan ini dipimpin bersama oleh Index Ventures dan ICONIQ, dengan investasi strategis dari SAP serta partisipasi dari investor terdahulu seperti Creandum, Lucid Capital, dan Booom.

>>> Menteri ESDM Wajibkan Penambang Dapatkan Izin Pencampuran Batu Bara

Conduct berencana menggunakan dana tersebut untuk memperluas tim teknik dan pemasaran, memperdalam kapabilitas SAP, serta mempercepat pengerjaan sistem pada platform Salesforce, Oracle, MES, hingga WMS.

Sistem operasi AI milik perusahaan yang didirikan pada tahun 2024 oleh mantan insinyur Palantir ini berfungsi memetakan logika bisnis yang tertanam di dalam kustomisasi software korporasi agar dapat dipahami dan dijalankan dengan aman.

Hingga kini, startup tersebut telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan besar seperti Daimler Truck, Heidelberg Materials, Fraport, dan DHL, dengan catatan akselerasi alur kerja transformasi sebesar 30 persen atau lebih.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa sistem operasi ini mampu membaca jutaan baris kode kustom, konfigurasi, ketergantungan, serta integrasi yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu jika dikerjakan secara manual oleh tim internal.

Tantangan Transparansi Sistem Perangkat Lunak

CEO sekaligus co-founder Conduct, Jan Philipp Haas, menyoroti tantangan transparansi sistem perangkat lunak yang dihadapi oleh sebagian besar organisasi besar saat ini dalam menerapkan kecerdasan buatan.

"Every major enterprise is being asked where its AI results are," kata Jan Philipp Haas.

Ia menambahkan bahwa kustomisasi yang rumit selama puluhan tahun membuat sistem tersebut tidak dapat dipahami sepenuhnya oleh manusia maupun agen kecerdasan buatan.