Namun, tekanan tersebut tidak akan sepenuhnya dialihkan ke pasar keuangan Asia dengan intensitas yang sama, mengingat langkah bank sentral Asia, meredanya guncangan harga minyak, serta perbedaan ekspektasi inflasi dan suku bunga di masing-masing negara.

Mayoritas bank sentral Asia Pasifik telah menaikkan suku bunga atau diproyeksikan akan melakukannya. Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga 75 bps dalam dua bulan terakhir, demikian pula Filipina.

Analis Valas Bloomberg Economics, Audrey Childe-Freeman, menambahkan bahwa kebijakan agresif The Fed memberi ruang bagi bank sentral Asia untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Pelaku pasar domestik kini mencermati arah kebijakan Bank Indonesia.

>>> Menhub Dudy Tetap Bahas Penyesuaian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Konsensus memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,75 persen, meski sebagian ekonom memproyeksikan BI akan mempertahankan suku bunga di 5,5 persen karena dampak pengetatan sebelumnya telah memicu kenaikan biaya pembiayaan.