2. Terlalu Banyak Waktu Sendiri (Kesepian)

Menurut ulasan tahun 2022 di Journal of the American Heart Association, isolasi sosial dan kesepian dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung, stroke, atau kematian hingga 30 persen.

"Terhubunglah dengan orang lain, meskipun secara virtual.

Jika seseorang dan lingkaran pertemanannya fokus pada gaya hidup sehat, mereka akan jauh lebih mudah untuk konsisten," saran dr Ruthmann.

Isolasi sosial dan kesepian juga memicu gejala stres kronis yang seiring waktu dapat merusak pembuluh darah di jantung.

AHA merekomendasikan beberapa langkah untuk meminimalkan efek buruk stres, seperti mencari pelampiasan positif dengan menceritakan perasaan kepada teman atau keluarga yang dipercaya, mengatur jadwal harian agar tidak terburu-buru, serta rutin berolahraga sekitar 30 menit hampir setiap hari.

3. Konsumsi Garam Berlebihan

Kadar natrium (sodium) yang berlebihan dapat memicu tekanan darah tinggi (hipertensi), yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

>>> Harga Emas Antam 18 Juni 2026 Bertahan di Rp 2.733.000 Per Gram

Makanan olahan dan siap saji, seperti mi instan, makanan kaleng, daging asap, camilan asin, dan saus, menyumbang sebagian besar asupan garam tanpa disadari.

Aturan praktisnya, konsumsi natrium tidak boleh lebih dari 2.300 mg per hari (setara 1 sendok teh garam).

Untuk hasil ideal, batas konsumsi kurang dari 1.500 mg per hari.

dr Morgan mengakui faktor ekonomi sering memengaruhi pilihan makanan.

"Memasak di rumah dengan sayur dan buah segar sering terasa lebih repot atau mahal dibanding makanan cepat saji yang murah namun tinggi garam.

Pilihan itu mungkin lebih murah untuk dompet saat ini, tetapi bisa sangat mahal untuk kesehatan di masa depan."