>>> IHSG Melemah ke Level 6.161 pada Perdagangan 18 Juni 2026

"Pemicu utama terjadinya inflow asing secara masif adalah apabila MSCI memutuskan untuk menaikkan bobot Foreign Inclusion Factor Indonesia.

Jika ini terjadi, dana asing akan mengalir deras kembali ke bursa domestik," paparnya.

Selain perbankan sebagai pintu masuk utama, sektor pertambangan dan ritel diproyeksikan menjadi penerima manfaat besar berkat keterwakilan emiten yang likuid dan berkapitalisasi besar.

Arus masuk modal internasional ini berpeluang meningkatkan likuiditas pada saham-saham sektor terkait sekaligus menjadikannya target investasi investor institusi global.

"Jika MSCI memberikan sinyal positif yang memicu masuknya dana asing, selain sektor perbankan yang selalu jadi pintu masuk utama, sektor lain yang paling berpotensi menikmati berkah likuiditas ini adalah sektor mining (pertambangan) dan retail.

Kedua sektor ini memiliki keterwakilan emiten yang likuid dan menarik bagi portofolio investor global," tukas dia.

Emiten dengan porsi free float besar serta tingkat kemudahan transaksi yang tinggi juga berpeluang diuntungkan oleh metodologi MSCI yang berfokus pada aspek aksesibilitas bursa.

Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan dalam jangka pendek diproyeksikan masih berkonsolidasi menunggu kepastian dari pengumuman MSCI tersebut.

Azharys memperkirakan rentang pergerakan indeks berada di area 6.070 hingga 6.370, yang mencerminkan kalkulasi pasar terhadap berbagai skenario hasil penilaian.

>>> Tom Holland Sebut Owen Cooper Berpotensi Jadi Spider-Man Berikutnya

"Merespons berbagai skenario dari hasil review MSCI ini, dalam jangka pendek kami memproyeksikan pergerakan IHSG akan berada di dalam rentang rentang area 6.070 hingga 6.370," ucap dia.