Hasil tinjauan aksesibilitas pasar atau MSCI Market Accessibility Review oleh Morgan Stanley Capital International berpotensi menjadi katalis penting bagi pasar saham Indonesia.

Sinyal positif dari lembaga penyedia indeks global tersebut diperkirakan akan memicu aliran deras dana asing kembali ke Bursa Efek Indonesia.

>>> IHSG Terkoreksi 1,34% ke Level 6.137 di Awal Perdagangan 18 Juni 2026

Sektor perbankan dan pertambangan menjadi kelompok yang paling berpotensi menikmati manfaat dari masuknya arus modal tersebut.

Jadwal Pengumuman dan Skenario

MSCI dijadwalkan mengumumkan Global Market Accessibility Review pada 18 Juni 2026 waktu setempat, yang biasanya dirilis setelah pukul 22:30 CEST atau sekitar pukul 03.30 WIB pada Jumat, 19 Juni 2026.

Investment Specialist KISI Sekuritas, Azharys Hardian, menyebutkan peluang masuknya dana asing cukup besar apabila hasil review komparatif ini melampaui ekspektasi pelaku pasar.

Kondisi ini dapat terjadi melalui skenario berakhirnya status freeze atau pembekuan perubahan komposisi indeks untuk saham asal Indonesia yang diterapkan MSCI sejak awal 2026.

Skenario lainnya adalah bertahannya posisi bursa domestik dalam kategori emerging market yang disertai dengan catatan perbaikan.

"Peluangnya sangat besar (dana asing).

Skenarionya, ekspektasi pasar ini bisa berupa kepastian berakhirnya status freeze atau bertahannya kita di emerging market dengan catatan perbaikan," ujar Azharys saat dihubungi Kompas.

com, Rabu malam (17/6/2026).

Peningkatan bobot Foreign Inclusion Factor untuk saham Indonesia menjadi faktor utama yang dinilai paling efektif mendorong masuknya arus modal asing secara masif.

Langkah tersebut bakal menaikkan porsi saham domestik dalam kalkulasi indeks MSCI, sehingga memotivasi investor global untuk menambah alokasi investasi mereka di pasar modal tanah air.