Kontroversi Penalti Harry Kane Warnai Kemenangan Inggris atas Kroasia
Timnas Inggris berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Dallas, Amerika Serikat.
Namun, kemenangan tersebut diwarnai kontroversi akibat teknik penalti stutter-step yang digunakan kapten Inggris, Harry Kane.
>>> Harga Pangan Strategis 18 Juni 2026 Naik, Cabai Keriting Pemicu Utama
Mantan pemain Timnas Ghana yang bertugas sebagai analis pertandingan, Kevin-Prince Boateng, memberikan kritik keras terhadap aksi penyerang Bayern Munchen tersebut.
"(Itu) harus dilarang," tegas Boateng saat memberikan komentar melalui siaran SBS.
Di sisi lain, Kane mengakui bahwa ia mempelajari rekaman video lawan sebelum mengeksekusi penalti dengan cara tersebut.
"Ketika saya menonton klipnya, saya melihat dia suka bergerak lebih awal, jadi saya tahu ada peluang jika saya melakukan langkah terputus-putus (stutter) dia akan keluar dari garisnya," ungkap Kane kepada BBC Sport.
Kane menambahkan bahwa dirinya menyadari adanya pengulangan penalti setelah eksekusi pertamanya berhasil ditepis oleh Dominik Livakovic.
"Saya 80 persen yakin dia keluar dari garis, saya tidak 100 persen yakin, lalu jelas ketika dilakukan pengulangan saya mengubah tekniknya sedikit," tambah penyerang Bayern Munchen tersebut.
Siasat tersebut terbukti berhasil membawa keunggulan bagi Inggris sekaligus menyamai rekor gol legendaris milik Gary Lineker.
"Inilah sebabnya saya melakukan riset, dan pada akhirnya itu membuahkan hasil yang manis bagi saya," pungkas Kane.
Peran Thomas Tuchel dalam Kebangkitan Inggris
Selain membahas penalti, Kane juga memuji peran manajer Thomas Tuchel yang berhasil membangkitkan mentalitas tim setelah sempat kehilangan kendali permainan pada babak pertama.
>>> Daftar Promo Minyak Goreng di Superindo, Hypermart, Tip Top, dan Lotte Mart 19 Mei 2026
Update Terbaru
Harga Emas Perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas 18 Juni 2026 Turun
Kamis / 18-06-2026, 12:16 WIB
Prodia Diagnostic Line Targetkan Dana IPO Rp62,75 Miliar
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
Panselnas Hapus Penalti Rp100 Juta untuk Calon Manajer Koperasi Desa
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
Indonesia Dinilai Perlu Tingkatkan Hilirisasi Mineral Kritis
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
Uzbekistan Kalah 1-3 dari Kolombia di Debut Piala Dunia
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
Pengamat: Inpres Jalan Daerah Perkuat Konektivitas Distribusi Pangan
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
Indonesia Terpilih sebagai Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
Pemprov DKI Optimalkan Teknologi dan AI untuk Tata Kelola Kota
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
KETRACO Integrasikan Teknologi SAP untuk Stabilkan Jaringan Energi Terbarukan
Kamis / 18-06-2026, 12:13 WIB
Kanada Incar Kemenangan Perdana Lawan Qatar di Piala Dunia
Kamis / 18-06-2026, 12:13 WIB
Yamaha NMAX Turbo Uji Ketangguhan di Beragam Medan Lombok
Kamis / 18-06-2026, 12:13 WIB
Peruri Hadirkan Teknologi RFID Blockchain untuk Jamin Keaslian Produk Industri Kreatif
Kamis / 18-06-2026, 12:12 WIB
Sidang Perdana Kasus Korupsi Eks Ketua Ombudsman Digelar Pekan Depan
Kamis / 18-06-2026, 12:12 WIB
KAI Tutup 144 dari 172 Titik Prioritas Perlintasan, 88% Kecelakaan Akibat Menerobos
Kamis / 18-06-2026, 12:12 WIB






