Ketidakpastian ini mendorong seruan untuk proses pembukaan kembali yang terkoordinasi.

Perusahaan pelayaran dan pemilik kapal mendesak Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk mengoordinasikan keberangkatan sekitar 500 kapal yang perlu melintasi selat tersebut.

Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez mengatakan organisasinya sedang menilai apakah kapal-kapal dapat kembali melintas dengan aman, sembari menghindari bahaya seperti ranjau laut dan kepadatan lalu lintas.

IMO juga mengupayakan koridor evakuasi aman bagi pelaut yang tertahan di kawasan Teluk selama lebih dari 100 hari.

Hapag-Lloyd, salah satu perusahaan pelayaran peti kemas terbesar, menyambut baik berita kesepakatan damai dan berharap kapal-kapal mereka yang tertahan dapat segera berangkat.

Philip Belcher, direktur kelautan asosiasi industri tanker Intertanko, mendesak pendekatan hati-hati dan menyarankan kapal-kapal melakukan penilaian risiko khusus sebelum berlayar.

Laporan ini muncul saat AS dan Iran bergerak menuju kesepakatan formal setelah hampir empat bulan konflik.

>>> Harga Minyak Dunia Naik Imbas Keraguan atas Kesepakatan Damai AS-Iran

Para pejabat AS pada Senin (15/6) menyatakan kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik, dengan upacara penandatanganan resmi diperkirakan pada Jumat (19/6).