Itu harus menjadi prioritas kita," imbuh dia.

Teo juga menyoroti bahwa Asia Tenggara memiliki peluang untuk memperluas adopsi AI yang sedang bergerak di sejumlah aspek.

Aspek tersebut mencakup infrastruktur, kapabilitas organisasi dan tenaga kerja, keterlibatan masyarakat, hukum dan peraturan yang mendukung, serta kerja sama internasional.

Semakin banyak perusahaan mulai mengintegrasikan AI ke dalam operasi mereka.

Populasi yang muda, terhubung secara digital, dan cepat beradaptasi, serta pemerintah yang terus mendorong peningkatan keterampilan AI bagi pelajar dan memperkuat kerja sama dengan perusahaan teknologi menjadi faktor pendukung.

Pembangunan infrastruktur juga berlangsung besar. Kapasitas pusat data baru terus hadir hampir di seluruh kawasan.

Menurut Teo, antara 2025 hingga 2030 kapasitas tersebut diperkirakan meningkat lebih dari tiga kali lipat.

"Kekuatan ASEAN tidak pernah berasal dari keseragaman. Kekuatan ASEAN selalu berasal dari kemampuan kita untuk bekerja sama meskipun memiliki perbedaan.

>>> Konsolidasi Asuransi BUMN Ditargetkan Rampung pada 2026

Selama ASEAN terus bergerak maju bersama, kita dapat mencapai jauh lebih banyak," kata Teo.