Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat tingkat adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia telah mencapai 92 persen. Teknologi ini menjadi salah satu pilar utama dalam mendongkrak produktivitas nasional.

Sebuah riset lokal mengungkapkan bahwa 97 persen responden merasakan peran AI dalam aktivitas harian.

>>> Apple Luncurkan iOS 27 Beta Developer, Ini Risiko dan Cara Update

Pemanfaatan terbanyak adalah pencarian informasi sebesar 80 persen, komunikasi dan penerjemahan 70 persen, serta penyelesaian tugas 68 persen.

Masyarakat juga menggunakan AI untuk hiburan dan kreativitas (60 persen), navigasi perjalanan (49 persen), serta belanja dan rekomendasi (3 persen).

Solusi yang paling digemari adalah Chatbot AI generatif dengan persentase 83 persen.

Operator Seluler Jadi Garda Depan Adopsi AI

CEO Yandex Search International Alexander Popovskiy menyarankan korporasi memanfaatkan AI untuk menciptakan layanan yang lebih personal. Produk yang disesuaikan dengan lanskap lokal dinilai lebih efektif memenuhi preferensi konsumen.

Yandex menghadirkan inovasi AI khusus untuk industri telekomunikasi di Indonesia. Langkah ini membantu operator seluler meluncurkan produk berbasis AI secara lebih efisien.

"Perusahaan operator telekomunikasi memiliki basis pengguna besar, merek tepercaya, dan distribusi infrastruktur matang. Itu menjadi fondasi penting untuk meluncurkan produk AI skala nasional," kata Popovskiy.

>>> Mengenal Lukita Maxwell, Artis Berdarah Indonesia Bintang Backrooms

Operator dapat mengintegrasikan layanan ke dalam produk Yandex yang sudah ada atau mengadopsi sistem ke ekosistem internal. Mereka juga bisa merilis produk AI mandiri dengan identitas merek sendiri.

Teknologi yang disiapkan meliputi sistem bantuan pelanggan bertenaga AI, asisten virtual, serta fitur pengecekan saldo dan manajemen akun.

Integrasi ini diharapkan membuat interaksi layanan telekomunikasi lebih organik.

"Operator telekomunikasi memiliki potensi besar memimpin gelombang perluasan adopsi AI. Mereka sudah memiliki jutaan pelanggan dan infrastruktur untuk menjangkau masyarakat luas," ujar Popovskiy.

Yandex adalah perusahaan asal Rusia yang fokus pada produk dan layanan berbasis machine learning.

>>> FIFA Siapkan Teknologi AI untuk Deteksi Offside dan Avatar 3D di Piala Dunia 2026

Sejak 1997, perusahaan ini menyediakan mesin pencari, layanan informasi lokal, transportasi on-demand, navigasi, dan aplikasi mobile.