"Hubungan antara kenaikan upah dan harga semakin mengakar dalam perekonomian Jepang," kata Shinichi Uchida.

Menutup keterangannya, perwakilan manajemen bank sentral menegaskan tidak akan menunda langkah normalisasi lanjutan apabila dinamika inflasi terus bergerak melampaui batas toleransi.

"Dengan inflasi yang mendekati target 2 persen, kami perlu mewaspadai risiko kenaikan harga dan memastikan kebijakan tidak tertinggal dari perkembangan inflasi," ujar Shinichi Uchida.

Di sisi lain, pergeseran kebijakan moneter ini dinilai para pengamat telah diprediksi oleh pasar setelah sinyal pengetatan sempat diembuskan oleh Gubernur BOJ Kazuo Ueda pada awal bulan.

"Efek limpahan inflasi yang berasal dari harga minyak mentah yang lebih tinggi lebih mungkin menyebabkan penyimpangan ke atas dalam inflasi inti," kata Frederic Neumann, Kepala Ekonom Asia HSBC.

Sementara itu, efektivitas operasi pasar tanpa dukungan instrumen suku bunga dinilai para praktisi finansial tidak akan cukup kuat menahan pelemahan mata uang dalam jangka panjang.

"Intervensi tanpa mengubah kebijakan moneter domestik seperti menginjak rem sambil tetap menginjak pedal gas.

>>> 1.500 Mahasiswa di Surabaya Tuntut Hentikan Program Makan Bergizi Gratis

Paling banter, penumpang Anda sedikit bersenang-senang, paling buruk, Anda menghabiskan kampas rem," kata Jesper Koll, Direktur Ahli Monex Group.