Manajemen Persebaya Surabaya bersama Polrestabes Surabaya dan koordinator tribune mengimbau suporter Bonek untuk merayakan malam pergantian hari ulang tahun klub ke-99 dari rumah dan kampung masing-masing pada Rabu (17/6/2026).

Langkah ini diambil demi menjaga keamanan Kota Pahlawan sekaligus mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas serta tindakan kriminalitas yang kerap terjadi akibat euforia berlebihan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

>>> Messi Lampaui Rekor Gol Klose di Piala Dunia 2026

Rangkaian peringatan resmi dari manajemen pada Kamis pagi akan diawali dengan ziarah ke makam pendiri klub, M.

Pamoedji, di TPU Karang Tembok, dilanjutkan dengan kegiatan klinik sepak bola bersama Persebaya Academy di Stadion Gelora 10 Nopember yang dihadiri beberapa pemain pilar.

Imbauan Perayaan Aman

“Berdasarkan koordinasi antara Polrestabes Surabaya, Persebaya, dan koordinator tribun Bonek, kami menghimbau seluruh Bonek dan Bonita untuk tidak terpusat merayakan malam pergantian 17 Juni menuju 18 Juni di Kota Surabaya,” tulis laman resmi Persebaya.

Pihak manajemen menekankan pentingnya berkaca pada pengalaman masa lalu demi kebaikan bersama seluruh lapisan masyarakat dan pendukung setia.

“Kita belajar dari tahun-tahun sebelumnya.

Euforia yang besar sering kali diiringi kejadian yang tidak kita inginkan, mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga tindak kriminalitas yang justru merugikan sesama,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebagai alternatif perayaan yang lebih aman, manajemen mengajak para pendukung untuk memfokuskan momentum ini sebagai ruang spiritual bagi kemajuan tim.

“Mari rayakan ulang tahun Persebaya ke-99 dengan cara yang lebih bermakna. Doakan Persebaya dari rumah dan kampung kalian masing-masing,” tulis manajemen.

Mural Raksasa dan Aksi Sosial

Sebelum imbauan resmi ini keluar, gelombang perayaan sudah dimulai oleh berbagai elemen pendukung lewat aksi kreatif dan sosial, salah satunya melalui pembuatan mural raksasa di gardu listrik Jalan Mayjen Jonosewojo, Surabaya Barat.