Seniman dari Komunitas Bocah Ilustrasi Mural Surabaya (BIMS) menghabiskan waktu selama 14 hari di bawah cuaca terik demi merampungkan visualisasi sejarah perjalanan tim berjuluk Bajul Ijo tersebut.

“Kebetulan kami mural untuk menyambut Anniversary.

Kami bekerja sama dengan PT Warna Warni dan Persebaya untuk mempersiapkan dan mempersembahkan mural tersebut,” ujar perwakilan muralis, Muhammad Wahyudi kepada Kompas.

com.

Pengecatan media dinding berukuran 14,5 meter x 4 meter ini didedikasikan untuk mempercantik estetika ruang publik kota lewat simbol-simbol lokal.

“Untuk tema yang diangkat tentunya pada anniversary ini untuk menyemangati dan membuat Surabaya semakin indah dengan mural Bonek atau Persebaya,” imbuhnya.

Proses kreatif di lapangan diakui menghadapi hambatan alam yang cukup menguras energi para seniman jalanan ini.

“Sejauh ini yang membuat mural tersebut ada tantangan adalah cuaca ya tentunya.

Karena cuaca di angka 33 derajat sangat kepanasan dan medianya di tengah kota tanpa ada tempat berteduh,” ujar muralis yang sudah berpengalaman selama 12 tahun itu.

Kendala suhu udara yang tinggi memaksa tim beberapa kali menghentikan pengerjaan demi memulihkan stamina.

“Itu yang membuat kami agak lama karena harus break dulu sebentar sebelum lanjut lagi mengerjakan mural,” sambungnya.

Respons positif dari masyarakat dan sesama suporter menjadi suntikan semangat utama bagi para perupa untuk menyelesaikan karya monumentalnya.

“Antusias teman-teman besar karena teman-teman juga sekaligus merayakan anniversary tim kebanggaan menuju 1 abad,” kata Muhammad Wahyudi.

Melalui visualisasi tokoh dan ikon kota, seniman ingin memastikan bahwa memori kolektif akan masa lalu klub tetap terjaga di lintas generasi.

“Jadi kami itu menggambar dengan menunjukkan ikon yang khas dari Surabaya sekaligus ada juga yang memiliki history maker yang menunjukkan gambar-gambar legenda pemain Persebaya zaman dulu,” tutur muralis yang biasa disapa Wahyudi itu.