“Kami sengaja hari ini bermain di GBT, karena kami ingin merayakan lebih awal karena pada 18 Juni nanti Persebaya ulang tahun.

Kami juga berharap Persebaya bisa juara tahun ini,” ujar Ketua Umum Persebaya ABG, Dicky Andrianto kepada Harian Disway.

Aktivitas olahraga rutin mingguan menjadi sarana utama bagi komunitas lintas kota ini untuk merawat komunikasi dan soliditas keanggotaan.

“Persebaya ABG adalah suatu komunitas yang terbentuk dari beberapa kota, di mana kita saling mendukung Persebaya. Wadahnya yaitu kita berkumpul tiap minggu untuk bermain bola,” terang Dicky.

Dicky menceritakan bahwa aksi sosial serupa dengan memanfaatkan skema donasi berbasis produktivitas gol juga pernah diterapkan di wilayah lain.

“Pencapaian yang paling membanggakan kemarin saat kami di Surajaya, sempat mengadakan charity atau donasi satu gol Rp100.000.

Jadi, bisa support UMKM,” kata Dicky.

Langkah nyata dalam mendukung sektor ekonomi mikro di sekitar area perayaan kembali dilanjutkan dalam momentum ulang tahun kali ini.

“Kami support UMKM di sekitaran ini. Tadi ada sekitar tujuh UMKM yang kami support.

Kami beli semuanya makanannya dan setelah itu kita makan bersama,” lanjutnya.

Kehadiran anggota dari luar pulau Jawa seperti Bali membuktikan bahwa ikatan emosional suporter ini sudah bertransformasi menjadi hubungan persaudaraan yang erat.

“Persebaya ABG ini seperti keluarga.

Ketika saya pulang ke Surabaya, saya tidak hanya pulang ke keluarga inti, tetapi saya pulang ke keluarga besar Persebaya ABG.

Kalau bahasa Jawanya itu seduluran,” terang salah satu anggota dari Denpasar, Dimas Indzar Hanifuddin.

>>> Suhu Panas Ekstrem Mengancam Keselamatan Pemain Piala Dunia 2026

Klub legendaris yang berdiri sejak 18 Juni 1927 ini tercatat memiliki sejarah panjang di sepak bola nasional dengan koleksi enam gelar juara era Perserikatan dan dua trofi juara Divisi Utama Liga Indonesia.