WNA Pimpin DSI, Pakar Minta Fokus Pada Kompetensi Bukan Kewarganegaraan
Penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) memicu perdebatan publik.
Statusnya sebagai warga negara asing (WNA) menimbulkan pertanyaan mengenai urgensi penggunaan tenaga asing untuk memimpin entitas strategis yang mengelola sumber daya alam dan ekspor komoditas Indonesia.
>>> Mengenal Cafezinho, Budaya Ngopi Tradisional Unik Khas Brasil
Pakar manajemen sumber daya manusia (SDM) Yodhia Antariksa menilai polemik tersebut seharusnya tidak berfokus pada kewarganegaraan.
Menurutnya, kualitas dan kapasitas individu yang dipercaya mengemban jabatan strategis jauh lebih penting.
Dalam praktik tata kelola modern, prinsip meritokrasi harus menjadi landasan utama dalam menentukan pemimpin organisasi.
Faktor seperti kompetensi, integritas, pengalaman, serta kemampuan mencapai target dinilai jauh lebih penting dibanding status kewarganegaraan.
"Jika Luke Thomas memang memiliki pengalaman panjang di sektor sumber daya alam dan memahami rantai pasok ekspor komoditas, maka penunjukan tersebut dapat dipahami sebagai upaya menghadirkan kepemimpinan yang profesional," ujar Yodhia dikutip Rabu (17/6/2026).
Ia menegaskan, DSI bukan perusahaan biasa.
Entitas di bawah naungan Danantara tersebut akan mengelola aktivitas ekonomi bernilai besar yang berkaitan langsung dengan penerimaan negara.
Karena itu, pengambilan keputusan harus berbasis data, sistem yang kuat, tata kelola yang baik, dan akuntabilitas tinggi.
Yodhia menilai profesionalisme menjadi kunci agar kebijakan bisnis tidak mudah dipengaruhi kepentingan jangka pendek maupun kelompok tertentu.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan talenta global merupakan praktik lazim yang diterapkan banyak negara, termasuk oleh perusahaan pelat merah dan sovereign wealth fund kelas dunia.
Meski demikian, keberhasilan DSI tidak semata ditentukan oleh sosok direktur utama.
>>> Prodia Rilis U&aang, Fitur Pembayaran Digital untuk Layanan Kesehatan
Update Terbaru
BCA Digital dan Prodia Integrasikan Fitur Keuangan di Aplikasi Kesehatan
Rabu / 17-06-2026, 19:40 WIB
Empat Emiten BEI Siapkan Aksi Private Placement, PANI Paling Kredibel
Rabu / 17-06-2026, 19:40 WIB
BCA Digital dan Prodia Integrasikan Layanan Perbankan di Aplikasi Kesehatan
Rabu / 17-06-2026, 19:39 WIB
Artotel Group dan Perisai Psikologi Luncurkan Wisata Mental Mindhavana
Rabu / 17-06-2026, 19:37 WIB
Sutradara Teach You a Lesson Buka Suara soal Season 2
Rabu / 17-06-2026, 19:37 WIB
Hasil Seleksi Jalur Mandiri PNJ 2026 Resmi Diumumkan
Rabu / 17-06-2026, 19:36 WIB
Pakar IPB: Rayap Juga Incar Dokumen dan Pakaian, Bukan Hanya Kayu
Rabu / 17-06-2026, 19:36 WIB
Tranexamic Acid: Bahan Aktif untuk Mencerahkan Kulit dan Memudarkan Noda Hitam
Rabu / 17-06-2026, 19:36 WIB
Prabowo Subianto Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan
Rabu / 17-06-2026, 19:36 WIB
Sucor Asset Management Catat Pertumbuhan Dana Kelolaan Rp 47,22 Triliun pada Kuartal I 2026
Rabu / 17-06-2026, 19:36 WIB
Penemuan pada Gigi Hiu Ini Bisa Jadi Pertanda Buruk bagi Lautan
Rabu / 17-06-2026, 19:35 WIB
Jaime Alguersuari Prediksi Marc Marquez Pensiun dari MotoGP Tahun Depan
Rabu / 17-06-2026, 19:34 WIB
Laba Bersih ANTM Melonjak 61,9 Persen pada Kuartal I-2026
Rabu / 17-06-2026, 19:34 WIB
Enam Tunggal Indonesia Berlaga di Babak 32 Besar Macau Open 2026
Rabu / 17-06-2026, 19:33 WIB






