Manajer Investasi: Reksadana Pasar Uang Tetap Prospektif di Tengah Suku Bunga Tinggi
Senior Vice President Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi Riawan, menyebut instrumen ini cocok sebagai tempat singgah dana sementara (parking fund).
Reza mengingatkan investor untuk mengamati kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI), laju inflasi, stabilitas rupiah, hingga kebijakan moneter global dari Federal Reserve.
Faktor likuiditas perbankan domestik serta kompetisi penghimpunan dana di sektor perbankan juga turut memengaruhi tingkat yield instrumen pasar uang.
"Jika BI mulai memasuki fase penurunan suku bunga, potensi penurunan yield pasar uang juga perlu menjadi perhatian," imbuhnya.
>>> Harga Emas Antam Diprediksi Menguat ke Rp2.749.000 per Gram
Dalam mengelola produknya, HPAM memprioritaskan pengelolaan likuiditas optimal dengan memilih instrumen pasar uang berkualitas tinggi, menjaga tenor, serta bermitra dengan perbankan berfundamental kuat.
HPAM juga menyesuaikan komposisi portofolio secara aktif mengikuti pergerakan suku bunga dan likuiditas pasar demi meminimalkan risiko investasi.
Di sisi lain, MAMI memfokuskan pengelolaan pada optimalisasi imbal hasil instrumen jangka pendek lewat pengaturan tenor dan pemilihan institusi berkredit tinggi.
Penempatan dana MAMI disebar ke deposito serta surat utang di bawah setahun, lalu disesuaikan aktif dengan kondisi pasar agar imbal hasil, likuiditas, dan stabilitas nilai tetap seimbang.
Ezra menambahkan, kenaikan suku bunga sekitar 75 basis poin belum sepenuhnya tecermin dalam bunga deposito serta instrumen jangka pendek, sehingga ada ruang kenaikan imbal hasil.
"Oleh karena itu, hingga kuartal III 2026, kinerja reksadana pasar uang diperkirakan masih akan tetap menarik, didukung oleh peningkatan imbal hasil berjalan seiring proses penyesuaian tersebut," imbuh Ezra.
Reza memproyeksikan reksadana pasar uang berpotensi memberikan imbal hasil kompetitif di kisaran 3% - 4% per tahun (annualized) dengan melihat kondisi pasar saat ini.
Update Terbaru
OJK Targetkan Porsi Pembiayaan Produktif Fintech Lending Capai 50 Persen
Rabu / 17-06-2026, 20:52 WIB
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Jelang Evaluasi MSCI Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:50 WIB
IHSG Berpotensi Menguat ke Level 7.200 pada Akhir 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:50 WIB
AAUI Buka Peluang Revisi Target Pertumbuhan Premi Asuransi Umum
Rabu / 17-06-2026, 20:50 WIB
Tesla Kuasai Lebih dari Setengah Pasar EV AS, Saingan Banyak yang Tumbang
Rabu / 17-06-2026, 20:48 WIB
Cara Membuat SIM Digital Lewat HP di Aplikasi Digital Korlantas
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Meta Batasi Birokrasi dan Tambah Anggaran demi Dongkrak Semangat Karyawan
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Saham Merdeka Battery Materials Menguat Usai Umumkan Buyback Rp1,46 Triliun
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Bocoran Galaxy Z Fold 8: Harga Lebih Mahal dari Z Fold 7
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Modifikasi Genetik Muncul Tanpa Jejak Orang Tua, Ilmuwan Bingung
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Kementerian ESDM Terapkan Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:39 WIB
Enam Daerah Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:39 WIB
Toyota Beri Garansi Baterai Veloz Hybrid hingga 8 Tahun
Rabu / 17-06-2026, 20:37 WIB
PBSI Gelar Simulasi Internal Antisipasi Regulasi Baru BAJC 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:36 WIB






