Pemerintah juga menyisipkan dana stimulus tarif angkutan massal.

Dudy Purwagandhi menyebutkan, "Dukungan stimulus tarif transportasi sebesar Rp 643,3 miliar yang meliputi layanan masyarakat pada periode angkutan Natal dan Tahun Baru, angkutan Lebaran, serta angkutan libur sekolah."

Kebutuhan operasional mendesak lainnya mencakup kelangsungan layanan keperintisan senilai Rp 957 miliar.

Selain itu, alokasi Rp 2 triliun untuk belanja pegawai menjadi prioritas karena pagu saat ini dinilai belum mencukupi kebutuhan biaya gaji setahun penuh.

Menurut Dudy, pagu indikatif yang diterima saat ini belum memenuhi kebutuhan belanja pegawai selama 1 tahun penuh.

>>> Universitas Brawijaya Terapkan Hari Bebas Kendaraan Setiap Jumat

Tambahan anggaran diperlukan untuk mendukung kebutuhan 59.682 pegawai yang bertugas di kantor pusat, UPT, pelabuhan, bandara, stasiun, balai pengujian, perlintasan, serta unit pelayanan transportasi lainnya di seluruh Indonesia.