Pada saat yang sama, pembangunan Sumatera Railway System harus menjadi agenda strategis nasional yang tidak lagi hanya berhenti pada kajian dan wacana.

Anggaran negara tersedia, teknologi tersedia, dan kebutuhan ekonomi juga sangat jelas. Yang dibutuhkan sekarang adalah kemauan politik, konsistensi kebijakan, dan manajemen program yang kuat.

Kelangkaan solar yang terjadi hari ini seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak bahwa pembangunan konektivitas Sumatera belum selesai.

Jika Sumatera ingin menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan, maka energi, logistik, jalan tol, pelabuhan, dan jaringan kereta api harus bergerak dalam satu sistem terintegrasi.

Sebab bagi dunia usaha, waktu adalah biaya. Bagi masyarakat, konektivitas adalah kesejahteraan.

>>> DPRA Desak Polisi Usut Penganiayaan Warga oleh Debt Collector

Dan bagi negara, kelancaran logistik adalah fondasi daya saing nasional.