Sebuah penelitian besar yang diterbitkan di jurnal Nature mengungkap bahwa kelenjar timus, organ kecil di dada yang selama ini diabaikan, ternyata memiliki peran penting dalam kesehatan orang dewasa.

Temuan ini menantang asumsi lama yang menyatakan bahwa timus tidak lagi berfungsi signifikan setelah masa pubertas.

>>> Ilmuwan Ungkap Fakta Baru Anjing Hantu di Hutan Amazon

Peneliti menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis CT scan dari lebih dari 25.000 peserta uji coba skrining kanker paru nasional dan 2.500 peserta Framingham Heart Study.

Mereka mengukur ukuran, struktur, dan komposisi timus, lalu menciptakan skor "kesehatan timus".

Hasilnya, orang dengan skor kesehatan timus tinggi memiliki risiko kematian 50% lebih rendah dari sebab apa pun, risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 63% lebih rendah, dan risiko kanker paru 36% lebih rendah.

Peran Timus dalam Sistem Imun

Timus berfungsi melatih sel T, yaitu sel imun yang melawan infeksi dan penyakit.

Setelah pubertas, organ ini menyusut dan menghasilkan lebih sedikit sel T baru, sehingga banyak ilmuwan menganggap perannya terbatas pada orang dewasa.

Penelitian sebelumnya yang menghubungkan keragaman sel T dengan penuaan biasanya berskala kecil dan hanya fokus pada sampel darah.

Studi baru ini mengambil pendekatan yang lebih luas dengan melibatkan ribuan partisipan dan pencitraan medis.

Peneliti menemukan bahwa penurunan kesehatan timus dapat mengurangi keragaman sel T, sehingga sistem imun kesulitan mengenali ancaman baru seperti kanker.

>>> Erick Thohir Paparkan Aturan Kuota Pemain Asing Liga Indonesia

Faktor-faktor seperti peradangan kronis, merokok, dan berat badan tinggi dikaitkan dengan kesehatan timus yang lebih buruk.

Timus dan Imunoterapi Kanker