Ribuan jemaah memadati pelataran Masjidil Haram pada 1 Muharram 1448 Hijriah. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyaksikan tradisi tahunan pergantian kiswah Ka'bah.

Prosesi yang berlangsung setahun sekali ini menjadi momen yang sangat dinanti oleh umat Islam dari berbagai belahan dunia.

>>> Kurs Jisdor BI Menguat ke Rp17.921, Didukung Redanya Ketegangan Geopolitik

Ritual pergantian dilakukan dengan melepas kain penutup Ka'bah yang lama, lalu petugas menggantinya dengan kiswah baru dalam proses yang memakan waktu beberapa jam.

Momen ini menjadi pengalaman langka bagi jemaah haji Indonesia yang masih berada di Makkah. Tidak semua jemaah mendapatkan kesempatan berharga untuk menyaksikan prosesi ini secara langsung.

Dwi Vera Anggreani, seorang jemaah asal Kloter BPN 15, menjadi salah satu orang yang beruntung.

Jadwal kepulangan gelombang kedua membuat dirinya masih berada di Kota Suci saat pergantian kiswah berlangsung.

"Senang banget dikasih kesempatan untuk melihat pergantian kiswah Ka'bah.

Dikarenakan saya dari Kloter 15 BPN gelombang dua, jadi alhamdulillah sempat untuk melihat kiswah Ka'bah," ujar Dwi saat ditemui di Masjidil Haram, Selasa (16/6/2026) dini hari.

Antusiasme yang tinggi membuat Dwi rela datang ke lokasi sejak sore hari. Hal itu ia lakukan demi mendapatkan posisi terbaik untuk melihat prosesi dari dekat.

"Iya, betul. Pertama kali (berhaji).

>>> Thomas Tuchel Bawa Standar Elit ke Timnas Inggris demi Piala Dunia 2026

Masyaallah, saya datang dari sore," katanya.

Perjuangan Dwi di tengah lautan manusia tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku sempat beberapa kali diarahkan oleh petugas keamanan atau askar agar tetap tertib.

"Walaupun tadi sempat dikejar-kejar askar, jadi masyaallah banget, alhamdulillah," ujarnya sambil tersenyum.

Makna di Balik Tradisi Kiswah

Pengalaman ini terasa kian istimewa karena merupakan ibadah haji pertama bagi Dwi. Sebelumnya, ia hanya bisa menyaksikan prosesi penggantian kain penutup tersebut melalui layar televisi.

"Sempat (nonton pergantian kiswah) di TV. Sekarang masyaallah banget lihat langsung.

Senang, kayak nggak nyangka banget untuk bisa melihat secara langsung," tuturnya haru.

Bagi umat Islam, ritual ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar mengganti kain penutup Baitullah.

>>> Neuralink Gandeng Samsung Garap Chip Generasi Keempat

Momen tahunan ini menjadi simbol datangnya Tahun Baru Hijriah sekaligus waktu untuk memperbanyak doa dan muhasabah diri.