Vietnam dan Filipina mencatat kenaikan pemakaian batu bara akibat cuaca panas ekstrem, sedangkan Thailand menambah impor seiring menipisnya pasokan gas alam domestik.

Ketegangan Geopolitik Iran Ikut Mendorong Permintaan

Pasar energi internasional masih dibayangi dampak konflik geopolitik di Timur Tengah.

Gangguan jalur pengiriman energi melalui Selat Hormuz akibat konflik Iran memaksa Jepang dan Korea Selatan beralih meningkatkan pembelian batu bara berkualitas tinggi.

Situasi itu sempat mengerek harga batu bara acuan Newcastle hingga menembus 150 dollar AS per ton, tertinggi dalam hampir dua tahun.

Rystad Energy memprediksi gangguan pasokan akibat konflik Iran bisa menambah konsumsi batu bara Asia Pasifik hingga 70 juta ton sepanjang 2026.

Sebaliknya, total pasokan batu bara global diperkirakan menyusut sekitar 5,7 persen menjadi 985 juta ton pada tahun ini.

>>> Topremit Luncurkan Fitur Scan QR Alipay untuk Transaksi ke China

Selain geopolitik, potensi fenomena El Nino juga diprediksi mengerek permintaan batu bara akibat penurunan produksi pembangkit listrik tenaga air.