Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

Jalur perdagangan minyak global itu dijadwalkan kembali beroperasi pada Jumat, 19 Juni 2026.

>>> CGAS Targetkan Volume Penjualan Gas Naik 41,83% pada 2026

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi kesepakatan tersebut pada Minggu waktu setempat.

Kesepakatan ini mengakhiri kelumpuhan total jalur perdagangan minyak sejak pecahnya perang antara AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu.

Pengumuman pembukaan Selat Hormuz bertepatan dengan hari ulang tahun Trump yang ke-80.

Melalui media sosial Truth Social, Trump menyatakan izin penuh untuk pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya dan memerintahkan penghentian blokade Angkatan Laut AS.

>>> Bridgestone Imbau Pemudik Cek Ban Mobil demi Keselamatan Libur Sekolah

"Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Mari kita alirkan kembali minyaknya," tulis Trump.

Trump juga menyebut kesepakatan ini sebagai pencapaian yang gagal diwujudkan para pemimpin AS sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa pembersihan ranjau akan dilakukan setelah penandatanganan kesepakatan pada Jumat mendatang.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump memberikan peringatan kepada Iran mengenai potensi dimulainya kembali operasi militer.

>>> Kemenkeu Usulkan Pagu Anggaran Rp 49,8 Triliun ke DPR RI

AS bersedia menjadi pelindung kawasan Timur Tengah dengan syarat memperoleh 20 persen dari total pendapatan di wilayah tersebut.