Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani membantah keras anggapan bahwa investor asing mulai enggan menanamkan modal di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat di DPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (5/6/2026).

>>> Rayakan Tahun Baru Islam 1448 H dengan Poster Buatan AI, Ini Inspirasi Prompt-nya

Rosan mengungkapkan hasil rangkaian roadshow yang dilakukan bersama timnya ke sejumlah pusat keuangan dunia. Tujuannya antara lain Singapura, Hong Kong, London, Boston, Washington DC, New York, hingga Jepang.

"Tapi responsnya surprisingly sangat positif, dan itu juga dari Bloomberg, dari dunia internasional menulis bahwa ini satu pencapaian yang di luar dugaan dari Danantara yang melakukan roadshow," ujar Rosan yang juga CEO Danantara.

Ia menambahkan bahwa respons positif tidak hanya dari segi Danantara, tetapi juga dari perspektif ekonomi secara keseluruhan.

Para investor global melihat Indonesia sebagai tujuan investasi dengan prospek jangka panjang yang menjanjikan.

"Dari investasi yang masuk ke Indonesia ini saya berkeyakinan bahwa ini tetap terjaga.

Karena mereka pada saat berinvestasi kan melihat itu kan long term commitment, komitmen jangka panjang," tutur Rosan.

>>> Bebek Berkostum Timnas Meksiko Viral Jadi Maskot Unik Piala Dunia 2026

Keyakinan investor terhadap stabilitas dan kepastian berusaha di Indonesia dinilai masih sangat baik. Hal ini sekaligus mematahkan narasi negatif yang beredar di luar.

"Saya buktikan dengan angka, saya buktikan dengan number, saya buktikan dengan statistik.

Apalagi nanti saya sampaikan investasi juga yang baru masuk dari roadshow saya ke luar, dan itu yang masuk adalah para investor besar dunia," tegas Rosan.

Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, realisasi investasi pada triwulan I-2026 mencapai Rp 498,8 triliun.

Angka tersebut setara dengan 24,4 persen dari target tahunan sebesar Rp 2.041,3 triliun.

Kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 50,1 persen atau Rp 250 triliun.

>>> IHSG Melonjak 5,03% di Sesi I Berkat Kesepakatan Damai AS-Iran

Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 49,9 persen atau Rp 248,8 triliun, tumbuh sekitar 6 persen year on year.