Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan sesi pertama, Senin (15/6). Penguatan ini sejalan dengan tren positif di mayoritas bursa saham global.

Sentimen utama yang mendorong penguatan adalah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dinamika geopolitik ini memberikan angin segar bagi pasar modal.

>>> Bea Cukai Amankan Barang Ilegal Rp 7,71 Triliun hingga Mei 2026

Berdasarkan data RTI Business, IHSG melonjak 5,03% ke posisi 6.309,72 hingga penutupan sesi pertama.

Bursa Asia lainnya juga menghijau, dengan Nikkei 225 naik 4,96%, Hang Seng Index menguat 0,58%, Shanghai Composite Index naik 0,94%, dan Straits Time Index terdongkrak 1,07%.

Dampak Kesepakatan Damai terhadap Harga Minyak

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan, menyatakan bahwa penguatan IHSG lebih dominan dipengaruhi faktor global. Kesepakatan damai ini membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Akibatnya, harga minyak mentah dunia langsung merosot lebih dari 4%. Penurunan harga komoditas ini meredakan kekhawatiran investor global terhadap ancaman inflasi.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menyambut positif pembatalan skema kontrak bagi hasil (gross split) dan relaksasi RKAB untuk sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba).

Investor juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pekan ini.

>>> PT Citra Nusantara Gemilang Tbk Targetkan Penjualan Gas Melonjak 41,83% pada 2026

Nafan menambahkan bahwa kelanjutan passion regulasi seperti pembatalan gross split dan relaksasi RKAB memberikan nafas lega bagi pasar sejak pekan lalu.

Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menilai IHSG sebelumnya berada di level oversold saat menyentuh 5.400.

Kini, indeks sedang dalam fase rebound dengan akumulasi penguatan 18,11% dalam lima hari perdagangan terakhir.

Meski demikian, Wawan mengingatkan potensi aksi ambil untung (profit taking) jika muncul sentimen negatif.

Risiko pembalikan arah bisa dipicu oleh memanasnya kembali hubungan AS-Iran atau hasil pertemuan FOMC pekan ini.

Wawan menegaskan bahwa perbaikan IHSG saat ini ditopang kuat oleh kesepakatan damai AS-Iran.

>>> Mahasiswi Unair Diduga Gelapkan Dana KIP-K Rp 97 Juta

Momentum ini membawa harapan normalisasi Selat Hormuz dan penurunan harga minyak yang mengurangi beban subsidi serta tekanan fiskal bagi APBN Indonesia.