Kemensos Salurkan Kembali Bansos BPNT 2026, Ini Cara Cek Penerima
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahun 2026. Program ini menyasar keluarga berpenghasilan rendah yang terdaftar dalam basis data sosial.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) umumnya menerima Rp200.000 per bulan. Pada periode tertentu, pencairan bisa dirapel hingga Rp600.000 dalam satu tahap.
>>> BEI Sanksi 88 Emiten Terlambat Serahkan Laporan Keuangan 2025
Dua Cara Cek Status Penerima BPNT
Kemensos menyediakan dua jalur digital untuk mengecek status kepesertaan BPNT secara mandiri. Pertama, melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Google Play Store dan App Store.
Setelah mengunduh dan membuka aplikasi, pengguna masuk ke menu Cek Bansos. Kemudian masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP dan tekan Cari Data.
Cara kedua adalah melalui situs resmi Kemensos di alamat yang telah ditentukan. Pengguna cukup menginput NIK, mengetik kode captcha, lalu klik Cari Data untuk melihat status bantuan.
Jika data tidak ditemukan, warga disarankan berkonsultasi dengan pendamping sosial atau perangkat desa/kelurahan setempat.
Kriteria Penerima BPNT 2026
Kemensos menetapkan sejumlah syarat bagi calon penerima BPNT. Penerima harus Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki NIK dan KTP aktif.
>>> Ekonomi Tumbuh 5,6% di Kuartal I-2026, Kelas Menengah Justru Menyusut
Nama penerima harus tercantum dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan berada pada desil 1 hingga 4.
Bantuan tidak diberikan kepada ASN, TNI, Polri, pensiunan yang dibiayai negara, atau mereka yang berpenghasilan di atas upah minimum.
Kemensos juga melakukan pemutakhiran data secara berkala.
Proses verifikasi dan validasi ini bertujuan menyesuaikan kondisi sosial ekonomi terkini, termasuk menambah penerima baru atau menghapus yang sudah tidak layak.
>>> IHSG Berpotensi Mixed Saat Uji Level Psikologis 6.000 Pekan Depan
Masyarakat diimbau memantau status kepesertaan BPNT secara rutin. Pastikan data kependudukan selalu aktif dan terintegrasi dengan basis data pemerintah.
Update Terbaru
Uruguay Diunggulkan Redam Perlawanan Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 15:13 WIB
Pasar Keuangan Global Menguat Pasca Kesepakatan AS dan Iran
Senin / 15-06-2026, 15:13 WIB
Prabowo Perkuat Kerja Sama Tenaga Kerja dengan Jerman di Sektor Strategis
Senin / 15-06-2026, 15:13 WIB
BEM UI Pilih Evaluasi Gerakan dan Absen dari Demo Mahasiswa di Jakarta
Senin / 15-06-2026, 15:12 WIB
Spanyol Incar Rekor Tak Terkalahkan Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 15:12 WIB
Donald Trump Buka Akses Dokumen Rahasia UAP Pentagon
Senin / 15-06-2026, 15:12 WIB
Yadea Indonesia Tawarkan Subsidi Motor Listrik Rp 10 Juta di Jakarta Fair 2026
Senin / 15-06-2026, 15:12 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 17.831 per Dolar AS, IHSG Melonjak 3,43%
Senin / 15-06-2026, 15:12 WIB
Aplikasi Afiliasi KiriminAja Janjikan Komisi Hingga Rp14 Juta per Bulan
Senin / 15-06-2026, 15:12 WIB
Timnas Prancis Targetkan Gelar Piala Dunia Ketiga di Amerika Serikat
Senin / 15-06-2026, 15:09 WIB
Spanyol Bersiap Hadapi Tanjung Verde di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 15:09 WIB
3 Rekomendasi Kulkas Mini Hemat Listrik untuk Kos dan Kantor
Senin / 15-06-2026, 15:09 WIB
Jerman Dorong Percepatan IEU-CEPA dengan Indonesia
Senin / 15-06-2026, 15:09 WIB
Warren Buffett Jadikan Suku Bunga Acuan Utama Investasi
Senin / 15-06-2026, 15:08 WIB






