Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tidak bergabung dalam rangkaian aksi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah titik di Jakarta pada Senin (15/6/2026). Organisasi mahasiswa tersebut memutuskan untuk sementara tidak turun ke jalan karena masih melakukan evaluasi internal pascaaksi sebelumnya.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah meninjau pelaksanaan gerakan yang dilakukan beberapa hari lalu sekaligus menyusun langkah lanjutan.

"Kita belum turun dikarenakan kita masih dalam tahap evaluasi dan membangun kembali gerakan," ujar Athof saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin.

>>> Donald Trump Buka Akses Dokumen Rahasia UAP Pentagon

BEM UI Tetap Beri Dukungan Moral

Meski tidak terlibat langsung dalam demonstrasi hari ini, BEM UI menyatakan tetap memberikan dukungan terhadap aksi yang dilakukan mahasiswa dari berbagai kampus.

Menurut Athof, berbagai gerakan protes yang disuarakan mahasiswa merupakan bagian dari upaya menyampaikan aspirasi atas kondisi nasional yang dinilai memerlukan perhatian serius.

"Dari BEM UI mendukung semua gerakan moral untuk protes dikarenakan kondisi Indonesia saat ini yang menuju bangkrut," tegasnya.

Empat Aksi Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat

Pada hari yang sama, sejumlah kelompok mahasiswa dan organisasi kepemudaan menjadwalkan unjuk rasa di beberapa lokasi di Jakarta Pusat.

Jadwal dan Lokasi Demonstrasi

  • BEM Universitas Bung Karno menggelar aksi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan mulai pukul 09.00 WIB.
  • Aliansi Perisai dan kelompok mahasiswa lintas organisasi mengadakan demonstrasi di lokasi yang sama mulai pukul 10.00 WIB.
  • Aksi mahasiswa dari berbagai universitas berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, pada pukul 11.00 WIB.
  • BEM Seluruh Indonesia Provinsi Jambi menggelar demonstrasi di Jalan Kwitang Raya, Senen, mulai pukul 13.00 WIB.

Kepolisian menyiapkan pengamanan untuk seluruh rangkaian kegiatan tersebut dengan melibatkan ribuan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran polsek.

Total 5.955 personel diterjunkan guna mengantisipasi gangguan keamanan dan memastikan jalannya aksi berlangsung kondusif.