Staf Diplomasi Publik Kedutaan Besar Amerika Serikat, John Slover, menyoroti pentingnya pengalaman belajar di lingkungan baru. Menurutnya, hal itu dapat membuka peluang karier di tingkat global.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam program MyAmerica MyStory di MyAmerica Jakarta, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).

>>> Pemerintah Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95

Slover menjelaskan bahwa proses belajar setiap individu bersifat unik. Oleh karena itu, kesempatan yang diperoleh dari jalur pendidikan juga berbeda-beda.

"Pendidikan menyediakan kesempatan. Tapi karena pengalaman setiap orang berbeda, kesempatan juga berbeda.

Jalan juga berbeda," kata Slover.

Perubahan arah hidup akibat pendidikan dialami langsung oleh Slover. Ia mengawali masa kuliah di New York University (NYU) sebagai musisi, lalu beralih profesi menjadi diplomat.

"Untuk saya, saya pergi ke New York University sebagai musisi. Sesudah belajar di New York, saya semakin masuk sampai tujuan menjadi diplomat," ujarnya.

Menurut Slover, nilai utama pendidikan tidak hanya pada penguasaan keterampilan teknis. Pendidikan juga berperan penting dalam memperluas wawasan dan membangun karakter.

>>> Polda Metro Jaya Sterilkan Bundaran HI dari Aktivitas Unjuk Rasa

"Setiap perjalanan itu unik, tetapi pendidikan tidak hanya memberi keterampilan," katanya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan memajukan kepribadian dan sudut pandang seseorang. Hal itu menjadi aspek penting yang ikut bertumbuh selama proses akademik.

Melalui interaksi di lingkungan baru yang heterogen, pelajar dapat memahami ragam budaya. Mereka juga dapat melakukan refleksi untuk lebih memahami identitas diri.

"Karena kita semakin bisa melihat dan mengerti budaya dan sudut pandang yang berbeda dari sudut pandang diri sendiri," ujarnya.

Pemahaman lintas budaya itu berfungsi sebagai instrumen vital. Seseorang dapat mengidentifikasi posisi dan kontribusi nyata di tengah masyarakat global.

>>> Kementerian Koperasi Pangkas Target Koperasi Desa Menjadi 40 Ribu Unit

"Kita semakin mengerti diri sendiri dan semakin mengerti prasangka diri, dan semakin tahu tempat diri di dunia apa," pungkas Slover.