Binaragawan dan edukator kebugaran Ade Rai kembali mengingatkan masyarakat tentang satu nutrisi yang kerap diabaikan namun sangat penting untuk masa tua: protein.

Menurut Ade Rai, protein bukan hanya zat pembangun otot bagi atlet, melainkan juga 'obat' yang dapat mencegah ketergantungan pada obat-obatan kimia di kemudian hari.

>>> Microsoft Luncurkan Project Perception dengan Agen AI Keamanan dan Model MAI-Cyber-1-Flash

"Kenapa saya sebut protein adalah obat? Karena bagi masyarakat, obat dianggap sesuatu yang menguatkan hati dan identik dengan sehat.

Padahal, daripada kita bergantung pada pendekatan kuratif, lebih baik kita melakukan preventif-promotif melalui asupan protein," ujarnya dalam kanal YouTube Dunia Ade Rai, Senin (27/7/2026).

Ancaman Degeneratif di Usia 30-40 Tahun

Ade Rai memperingatkan bahwa fenomena degeneratif mulai mengintai saat seseorang memasuki usia 30 hingga 40 tahun.

Pada fase ini, manusia secara alami kehilangan massa otot sebesar 8% hingga 10% setiap dekade. Jika dibiarkan, kondisi ini menyebabkan penurunan kekuatan dan kelincahan.

Dampak fatalnya adalah meningkatnya risiko jatuh, yang sering menjadi awal komplikasi kesehatan serius pada lansia.

"Banyak kasus kematian prematur diawali dari jatuh di tangga atau kamar mandi karena otot tidak lagi mampu meredam guncangan.

>>> 5 Tempat Beli Sepatu Salomon Ori di Indonesia, dari Toko Fisik hingga Marketplace

Otot yang sedikit membuat lemak meningkat, dan lemak inilah biang kerok penyakit jantung hingga pembuluh darah," tegasnya.

Fokus pada Healthspan, Bukan Lifespan

Dalam dunia medis dikenal istilah lifespan (berapa lama hidup), namun Ade Rai mengajak masyarakat lebih fokus pada healthspan (berapa lama hidup dalam kondisi sehat).

"Kita tidak mau usia panjang tapi kesakitan. Kita maunya usia panjang tapi tetap mandiri dan walafiat.