Kuncinya ada pada otot, dan otot butuh protein sebagai batu batanya," ujar Ade.

Protein merupakan bahan pembangun utama tubuh yang berperan dalam pembentukan otot, kolagen, hormon, antibodi, enzim, hingga perbaikan DNA.

Kekurangan protein jangka panjang dapat mempengaruhi kekuatan fisik dan fungsi tubuh.

Strategi Diet: Protein Dulu, Karbohidrat Belakangan

Ade Rai membagikan tips sederhana namun saintifik: konsumsi protein terlebih dahulu sebelum menyentuh karbohidrat dalam satu porsi makan.

>>> Hindari Wajah Tampak Kapur: 7 Tips Memilih Bedak yang Tepat

Strategi ini didasarkan pada Protein Leverage Hypothesis. Protein merangsang hormon kenyang seperti PYY, CCK, dan Leptin lebih cepat dibanding karbohidrat.

Selain itu, tubuh membakar lebih banyak kalori hanya untuk mencerna protein, fenomena yang disebut Thermic Effect of Food (TEF).

Kebutuhan Protein Meningkat Seiring Usia

Jika anjuran umum berkisar 0,7-1 gram per kg berat badan, Ade Rai menyarankan peningkatan dosis bagi yang ingin mengoptimalkan masa tua.

"Semakin kita tua, justru kebutuhan protein meningkat, idealnya di angka 1,6 hingga 2 gram per kilogram berat badan (berdasarkan massa tubuh tanpa lemak).

Protein bisa didapat dari kombinasi hewani (ayam, ikan, daging) dan nabati (tempe, tahu)," jelasnya.

Selain asupan protein, Ade menekankan pentingnya latihan beban secara rutin, baik menggunakan berat badan sendiri seperti push-up, squat, plank, lunge, maupun alat seperti dumbbell, barbell, atau kettlebell.

>>> 5 Sepatu Lokal Padu Padan Celana Chino, Tampil Stylish di Berbagai Acara

Kombinasi pola makan tinggi protein, latihan kekuatan, tidur cukup, serta pengelolaan stres merupakan kunci menjaga kesehatan otot dan meningkatkan kualitas hidup hingga usia lanjut.