Minyak mentah hasil pirolisis masih memerlukan pemurnian, distilasi, dan cracking agar setara dengan standar bahan bakar diesel.

Perlunya Regulasi yang Ketat

UNEP menekankan bahwa krisis polusi plastik tidak bisa diatasi hanya dengan daur ulang. Diperlukan transformasi sistemik menuju ekonomi sirkular untuk mengatasi dampak multidimensi terhadap iklim, ekosistem, dan kesehatan.

Leopold menegaskan pentingnya regulasi dan pengawasan ketat jika produk bahan bakar dari sampah plastik akan dipasarkan ke publik.

"Aspek kualitas dan keamanan harus menjadi prioritas utama, mulai dari pemilahan bahan baku hingga pengujian mutu produk akhir," katanya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia memerlukan regulasi yang jelas terkait standar bahan baku, proses produksi, dan kualitas produk yang dihasilkan.

Teknologi pirolisis dinilai berpotensi mengurangi volume sampah di TPA sekaligus mendorong ekonomi sirkular. Namun, efisiensi operasional, kelayakan ekonomi, dan keamanan lingkungan masih menjadi tantangan dalam hilirisasi teknologi ini.

"Ke depan, pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar cukup potensial untuk solusi pengelolaan limbah, terutama selama kebutuhan energi masih bergantung pada fosil.

>>> Korea Selatan vs Ceko: Laga Pembuka Grup A Piala Dunia 2026

Namun, perannya perlu terus dievaluasi seiring perkembangan energi terbarukan di Indonesia," tutup Leopold.