Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Prof. Edi Santosa memprediksi buah sukun akan menjadi superfood masa depan Indonesia.

Menurutnya, sukun memiliki kandungan gizi tinggi, ramah lingkungan, dan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

>>> Parfum Vitalis Apa yang Best Seller? Ini 3 Pilihan Murah tapi Wanginya Gak Murahan

"Berdasarkan berbagai kajian dan pengamatan di lapangan, sukun memenuhi ketiga kriteria itu," ujar Prof. Edi dalam keterangan resmi yang dikutip dari IPB University, Senin (13/7/2026).

Kandungan Gizi dan Keunggulan Sukun

Dari sisi gizi, sukun unggul dibanding beberapa sumber karbohidrat lain. Buah ini kaya serat, memiliki indeks glikemik rendah, dan mengandung vitamin C.

Penelitian juga menemukan kandungan vitamin A, folat, zat besi (Fe), dan seng (Zn) yang berperan mencegah stunting.

Prof. Edi menambahkan, nutrisi sukun lebih baik dibanding singkong, namun setiap bahan pangan memiliki keunggulan masing-masing.

Selain bergizi, sukun mampu tumbuh di daerah curah hujan tinggi maupun wilayah kering seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

>>> MPLS Pakai Baju Apa? Ini Pakaian yang Harus Dihindari untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

"Dengan perawatan relatif minim, pohon sukun tetap berproduksi hampir sepanjang tahun," jelasnya.

Dari sisi ekonomi, sukun berpotensi besar sebagai bahan baku industri pangan, terutama tepung sukun yang bisa diolah menjadi roti, mi, dan makanan olahan lainnya.

Untuk pasar ekspor buah segar, Prof. Edi menilai perlu promosi masif agar masyarakat internasional mengenal cara mengolah sukun.

Ia mencontohkan keberhasilan nangka menembus pasar global sebagai inspirasi pengembangan sukun.

Penguatan promosi, budaya konsumsi, dan pengembangan industri menjadi kunci agar sukun dikenal sebagai superfood Indonesia.

>>> Felicya Angelista, Owner Parfum Scarlett yang Sukses Raih Rekor MURI

"Festival atau perlombaan berbasis sukun dapat meningkatkan popularitasnya. Media massa juga berperan penting," pungkas Prof. Edi.